Bahasa Inggris Pas-Pasan, Bikin Bule Berkesan.

 

Oleh : Slamet Triyono

Bule ke Kupang ? ada apa ?

Banyak yang belum tahu bahwa setiap akhir bulan Juni hingga awal Juli, Universitas Nusa Cendana (Undana) mengadakan program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Program yang telah berjalan selama tiga tahun antara Universitas Nusa Cendana (Undana) dan beberapa Universitas di Australia, seperti Universitas Charles Darwin, Universitas Sunshine Coast dan Universitas Tasmania ini, merupakan wadah  bagi mahasiswa Australia berkunjung ke Indonesia khususnya Kupang dan belajar bahasa Indonesia serta budaya lokal yang ada di Kota Kupang selama tiga minggu.

Menariknya, program BIPA dibuat seperti layaknya kita belajar di kelas namun dengan suasana yang lebih santai. Setiap mahasiswa BIPA juga ditemani oleh pendamping atau biasanya disebut dengan “buddy”. Para buddy yang menemani mahasiswa BIPA merupakan mahasiswa dari MITRA dan UniBRIDGE. MITRA merupakan asosiasi Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing yang dibentuk di Universitas Nusa Cendana, sedangkan UniBRIDGE merupakan sebuah program pembelajaran bahasa dan budaya secara (masukkan website UniBRIDGE) online, dimana didalamnya mempertemukan mahasiswa dari berbagai fakultas di Undana dan Australia. Jadi, bisa dikatakan BIPA merupakan kesempatan bagi mahasiswa MITRA dan UniBRIDGE untuk dapat saling bertemu dan belajar Bahasa Inggris dan Budaya baru secara langsung.

Para buddy baik MITRA maupun UniBRIDGE yang tergabung dalam kegiatan BIPA, merupakan mereka yang berasal dari berbagai bidang keilmuan yang berbeda-beda dan bekerja secara sukarela membantu mahasiswa BIPA mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari di kelas dan mengaplikasikannya kedalam komunikasi sehari-hari. Diharapkan dengan terus melakukan komunikasi dan berinteraksi, dapat memberikan pengalaman bagi kedua mahasiswa dari dua benua yang berbeda ini.

13439180_1223636870993546_6121950314483221295_n

Bersama mahasiswa BIPA melakukan pengabdian mengajar Bahasa Inggris di Oesapa (MITRA Mengajar)

Bagaimana mereka Belajar ?

Mahasiswa BIPA yang datang ke Kupang dibagi kedalam enam level yang menentukan tingkat penguasaan dan pengetahuan mereka akan Bahasa Indonesia, level satu merupakan level dimana mereka perdana dalam memulai belajar Bahasa Indonesia, level dua hingga tiga, merupakan level dimana mereka memulai untuk berdialog dan melakukan wawancara sederhana, level empat dan lima merupakan level dimana para mahasiswa mempelajari Budaya Indonesia dan level enam merupakan level dimana mereka berdiskusi dan membahas masalah sosial dan politik yang ada di Indonesia.

13680781_1140745069280466_6957826961620775550_n

Bersama dengan para mahasiswa BIPA Australia

Bahasa Inggris masih belum bagus, bagaimana ?

Perkenalkan nama saya Slamet Triyono, alumni Ilmu Komunikasi Undana. Bahasa Inggris memang menjadi kunci untuk menciptakan komunikasi yang efektif, namun disisi lain hal ini juga merupakan masalah tersendiri bagi mereka yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris pas-pasan, hal ini pulalah yang saya alami ketika pertama kali diajak untuk mengikuti kegiatan BIPA.

Menurut saya, bahasa inggris yang bagus bukan jaminan utama seseorang mampu menciptakan komunikasi yang bermakna. Niat untuk belajar dan etika kita adalah modal awal dalam memulai sebuah komunikasi dengan orang lain, ketika saya berkomunikasi dengan Bule, seringkali terbatas dalam penguasaan kata, terbata-bata dan sering berakhir dengan kata “im sorry, please forget that”. Hal tersebut bukan berarti kita dicap payah oleh Bule, mereka justru mengerti keadaan kita dan mereka tidak merasa hal itu merupakan masalah dalam berteman, karena mereka juga memiliki perasaan yang sama ketika mereka mempelajari Bahasa Indonesia.

Perasaan kecewa ketika tidak bisa berbicara dan membantu mereka sebagai buddy pasti ada, namun hal ini bukan menjadi penghalang, terkadang mencampur bahasa merupakan hal yang lumrah, saya mencoba untuk menggunakan Bahasa Inggris dan mereka membalas dengan mencoba berbahasa Indonesia, merupakan hal yang membahagiakan dan memiliki kesan tersendiri bagi saya dan juga mereka.

13615460_1083372665089098_1764766078144958046_n

Menemani beberapa mahasiswa dan instruktur BIPA mengikuti upacara adat pernikahan di Soe

Tiga minggu mendapatkan teman baru memberikan banyak hal menarik, menurut saya, bule itu lebih “to the point”. Ketika mereka berkata pada kita bahwa mereka senang berteman bersama kita dan berterima kasih atas bantuan dari kita, hal itu merupakan kebahagiaan tersendiri dan menjadi motivasi untuk memperbaiki diri agar dapat belajar Bahasa Inggris dengan lebih baik kedepannya.

Bahasa Inggris yang belum lancar bukanlah penghalang untuk takut berbicara dengan orang asing, niat baik dan ketulusan itu lebih jujur dan lebih kuat dalam menciptakan makna serta kesan, ketika kita bisa menciptakan hal-hal yang nyaman dan menyenangkan bersama orang lain, maka kesulitan mengucapkan Bahasa Inggris bukanlah kesalahan yang berarti, terus berusaha dan belajar serta membangun komunikasi yang baik justru dengan demikian kita bisa mendapatkan teman serta bisa belajar dan melatih Bahasa Inggris secara langsung dengan teman-teman dari Negara lain. Mari mencoba berbahasa Inggris, kalau bukan sekarang, kapan lagi ? Kalau bukan dimulai dari kita, siapa lagi ?.

 

13631642_801218080015131_7600663044777194266_n

Mengajak mahasiswa BIPA bersilahturahmi di rumah teman yang merayakan pada saat Lebaran

 

 

 

One thought on “Bahasa Inggris Pas-Pasan, Bikin Bule Berkesan.

  1. Pingback: Pejuang Muda NTT (1) | KAMUROTENDAO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s