Berbagi Pengalaman dari Ajang Pemilihan Duta Bahasa NTT 2016 – Apnorlince Paulus

14022135_1700460903613042_6993709089155193412_n

Inchee Paulus di ajang Pemilihan Duta Bahasa NTT

Berawal dari keinginan untuk mengisi waktu luang sambil menanti hari H wisudah. Awalnya, saya enggan untuk mengikuti ajang Duta Bahasa karena rasa pesimis, rasa kurang berbakat dan kurang pintar. Namun, rasa ingin tahu sejauh mana potensi diri, memberanikan saya untuk mendaftar menjadi salah satu peserta di ajang pemilihan Duta Bahasa.

Pemilihan Duta Bahasa ini bertujuan untukmengembangkan minat generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar; menambah wawasan generasi muda tentang bahasa Indonesia; mencari generasi muda yang mampu berbahasa Indonesia, berbahasa daerah dan berbahasa asing; menjadikan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa Indonesia; Duta Bahasa yang terpilih dapat mempengaruhi lingkungannya untuk dapat menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Pendaftaran Duta Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT) dibuka selama tanggal 27 Juni – 12 Agustus 2016. Adapun beberapa persyaratan yang harus disiapkan adalah:

  1. Artikel dengan Tema “Peran Pemuda dalam Pemartabatan Bahasa Indonesia”
  2. Foto seluruh badan ukuran 3R
  3. Foto copy KTP
  4. Formulir dari kantor bahasa yang harus diisi
  5. Usia maksimal 25 tahun

Judul artikel yang saya buat adalah “ Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia melalui Teladan bung Karno dan bung Hatta”. Pada tanggal 14 Agustus 2016 saya dinyatakan lulus seleksi berkas dan akan mengikuti temu teknis yang diadakan pada tanggal 15 Agustus 2016 di Aula Kusuma LPMP. Dalam temu teknis dijelaskan urutan kegiatan yang akan diadakan, antara lain:

  1. Tes UKBI pada tanggal 16 Agustus 2016
  2. Psikotes pada tanggal 18 Agustus 2016
  3. Pengumuman 30 Besar pada tanggal 22 Agustus 2016
  4. Pembekalan materi pada tanggal 23-24 Agustus 2016
  5. Unjuk Bakat pada tanggal 25 Agustus 2016
  6. Terakhir yaitu acara puncak pada tanggal 26 Agustus 2016.

Uji Kemahiran Bernahasa Indonesia (UKBI)

Tes UKBI merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia seseorang. Tes UKBI mirip seperti Test of English as a Foreign Language (TOEFL) tetapi menggunakan bahasa Indonesia.  Dalam tes UKBI soal yang diberikan mencakup aspek mendengar, membaca dan menyimak. Soal yang diberikan terbilang mudah, hanya membutuhkan konsentrasi dan ketelitian.

Psikotes (Tes Kepribadian)

Keesokan harinya dilakukan psikotes. Soal yang diberikan cukup rumit karena setiap 20 soal hanya diberikan waktu selama 6 menit antara lain menganalisis gambar, deret aritmetika, mencocokan gambar, dan lain-lain. Jumlah soal ± 100 nomor. Hasil  Tes UKBI dan psikotes menentukan untuk bisa masuk 30 besar. Saran saya, sebelum mengikuti test ini, perlu dijaga stamina dan kesehatannya dan perbanyak referensi di internet tentang soal UKBI dan psikotes. Pada hari H tes, pastikan untuk tetap tenang, konsentrasi dan ikuti semua petunjuk yang diberikan. Selama mengikuti tes peserta dilarang keluar ruangan.

Penampilan Bakat

Nah, dari rangkaian kegiatan tersebut yang paling menarik bagi saya adalah kegiatan penampilan bakat. Bakat yang akan ditampilkan harus merupakan bagian dari budaya NTT, meliputi bermain alat musik, menyanyi, menari, membaca puisi atau apapun yang menampilkan budaya suatu daerah di NTT yang ditampilkan secara kelompok atau individu. Dengan padatnya kegiatan yang berlangsung hampir setiap hari, lalu bakat apa yang nantinya akan saya tampilkan? Saya merasa tidak bisa menari, menyanyi atau bermain alat musik. Saya tentu tidak menyerah karena sudah setengah jalan mengikuti ajang ini. Sayapun mencari teman yang mau menari secara berkelompok dan bergabung bersama mereka. Seorang pejuang tidak akan kalah sebelum berjuang.

Dalam persiapan penampilan bakat itu, awalnya kami terdiri dari 9 orang, kami berencana menampilkan bakat menyanyi sekaligus menari. Namun, karena beberapa pertimbangan akhirnya kami membentuk 2 kelompok untuk lebih fokus berlatih. Saya bersama 3 orang teman, Richard, Fety dan Willy sepakat untuk menampilkan tarian Tokeshi dari Alor. Sebelum mantap memilih tarian tokeshi kami sudah mencoba tarian dari daerah lain. Kami mencari macam-macam tarian daerah NTT di youtube dan mempelajarinya sendiri.

Pada saat mengikuti masa pembekalan materi selama 2 hari, kami tidak mempunyai waktu untuk berlatih dikarenakan pembekalan materi baru selesai pukul 5 sore yang membuat kami kecapean. Alhasil, kami hanya berlatih selama 2 hari dengan durasi kurang lebih 4 jam. Dengan waktu latihan yang terbilang singkat, tentu hasil yang didapat tidak maksimal. Belajar dari pengalaman  ini, maka tips untuk kalian yang ingin mengikuti ajang ini, sebaiknya mempersiapkan bakat kalian dari jauh-jauh hari.

14100472_1699606653698467_2579154670308197682_n

Bersama Richard dan Fety sebelum menari

Tanggal 25 Agustus tidak seperti hari-hari sebelumnya. Pagi itu suasana di Aula Kusuma LPMP sudah ramai dengan semua peserta yang mengenakan pakaian adat NTT. Terlihat di setiap tempat dipenuhi dengan peserta yang sedang latihan, bercerita dan berdandan. Pukul 09.00 Wita kegiatan penampilan bakat dimulai, diawali dengan peserta pertama yang menampilkan musikalisasi puisi, dilanjutkan dengan peserta lain yang menyanyi dan menari. Melihat penapilan mereka, saya menjadi cukup gugup dan pesimis untuk tampil. Akhirnya tiba giliran kelompok saya untuk tampil. Ketika beridiri di panggung dan melihat penonton serta juri, saya menjadi gugup dan akhirnya saya lupa dengan gerakan tarian kami. Saya membuat beberapa kesalahan gerakan sehingga kelompok saya mendapat kritik tentang kesalahan gerakan kami. Saya berpikir bahwa kami tidak akan masuk final, nilai kami jelek dan itu karena kesalahan saya.

Teman-teman saya tetap menguatkan dan berpikir positif tentang hasilnya. Selama kegiatan berlangsung, banyak peserta berbakat yang tampil begitu memukau. Namun ada beberapa yang juga melakukan kesalahan seperti kami. Setelah selesai kegiatan unjuk bakat, panitia menginformasikan bahwa semua peserta wajib membuat powerpoint tentang makalah kami untuk menyeleksi 10 besar peserta yang akan lolos ke Final yang terdiri dari 5 besar putri dan 5 besar putra.

Presntasi Makalah

Acara final pemilihan duta bahasa NTT dilaksanakan di hotel Aston Kupang. Acara tersebut di hadiri juga oleh kakak-kakak Duta Bahasa tahun sebelumnya, wartawan, keluarga dan teman. Para peserta diwajibkan memakai pakaian adat dari daerah masing – masing. Saya memakai pakaian adat Rote lengkap dengan perhiasannya. Panitiapun membacakan 10 nama yang lolos ke final dan saya hampir tidak percaya bahwa dari 10 nama itu 3 nama yang dibaca adalah saya, Fety dan Richard yang sepertinya mustahil untuk bisa lolos. Namun ternyata penilaian yang dilakukan bukan hanya tentang unjuk bakat melainkan total nilai keseluruhan semua tes.

Saya mendapat nomor urut 4 untuk tampil membawa makalah saya. Waktu yang diberikan hanya 2 menit untuk memaparkan makalah. Saya manfaatkan beberapa menit untuk berdoa dan juga berlatih di kamar mandi.  Saat tiba giliran, saya tidak dapat menyelesaikan penjelasan saya karena waktu yang diberikan sudah habis namun ada beberapa bagian yang belum saya jelaskan. Setelah selesai, saya ditanya oleh 3 orang juri tentang makalah tersebut. Saya menjawab dengan baik dan cepat. Setelah semua peserta selesai memaparkan makalahnya, juri lalu mendiskusikan hasil tersebut.

Setelah berdiskusi sekitar 1 jam, pengumuman juara segera dilakukan. Kami para peserta dipersilahkan naik ke panggung. Saya harus puas dan berbangga dengan posisi 5 besar putri begitupun dengan Richard sedangkan Fety mendapat juara 2 Putri. Ada sedikit rasa kecewa karena tidak menjadi juara, namun untuk berdiri di posisi 5 besar ini bukan sebuah pencapaian biasa. Mengakhiri tulisan ini, saya hanya ingin bilang “jangan pernah takut mencoba hal yang positif karena keberuntungan akan membantu mereka yang pemberani dan  kita tidak akan tahu sejauh mana potensi kita jika kita tidak pernah mencoba”. Salam Semangat Sahabat….

14079491_1702292816763184_6420873647429084092_n

Inchee Paulus mengenakan pakaian adat Rote sebelum presentasi Makalah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s