Forum Diskusi Online Mahasiswa dan Dosen di Australia – Albert Christian Soewongsono S.Si., M.Math.Sci. (Adv)

Dalam artikel sebelumnya saya sempat menyinggung tentang sebuah forum online yang dipakai mahasiswa dan dosen di Australia sebagai media untuk berdiskusi, pengumpulan tugas, penyampaian materi, hingga menonton rekaman video perkuliahan. Kalian bisa lihat artikel sebelumnya lewat link di bawah ini;

(https://assosiasimitra.wordpress.com/2019/06/12/berbagi-pengalaman-sebagai-tutor-di-universitas-di-australia/

Artikel ini dibuat untuk teman-teman yang sedang mempersiapkan kuliah di luar negeri untuk pertama kalinya, terutama Australia, sehingga ketika perkuliahan dimulai, teman-teman sudah mengetahui beberapa hal terkait sistem pembelajaran disana. Artikel ini juga bisa sebagai pembelajaran bagi sistem pendidikan tinggi di Indonesia agar kedepannya sistem seperti ini dapat diterapkan.

Tampilan Awal Wattle

Tampila awal wattle

Seperti dikatakan di atas, universitas-universitas di Australia mempunyai forum diskusi online masing-masing. Jika di ANU namanya Wattle, di universitas Monash juga mempunyai nama tersendiri, yakni Moodle. Saya akan mengambil contoh forum diskusi yang digunakan ANU dalam artikel ini. Untuk memulai artikel ini, saya akan menjelaskan beberapa fungsi yang biasanya digunakan mahasiswa dan dosen melalui forum tersebut.

  • Terhubung ke Fasilitas Universitas Lainnya

Selain sebagai media diskusi mata kuliah, menu-menu di Wattle juga terhubung ke fasilitas lainnya di ANU seperti, perpustakaan digital, akses ke fasilitas kesehatan dan inklusi, email universitas, hingga laman untuk mendaftar mata kuliah dan pembayaran. Jadi, bagi mahasiswa, hal ini dapat menghemat waktu mencari karena cukup mengakses ke Wattle saja untuk melihat menu lainnya.

  • Sebagai Media Penyampaian Materi Kuliah

Setiap dosen mata kuliah di ANU wajib menyiapkan materi perkuliahannya untuk dimuat di halaman mata kuliahnya di Wattle sebelum perkuliahan dimulai. Informasi seperti struktur mata kuliah, bacaan-bacaan pendukung, tata cara pengumpulan tugas, hingga bobot penilaian tugas dan ujian wajib diunggah dari jauh hari. Jika di Indonesia pertemuan pertama dengan mahasiswa di kelas masih dipakai untuk kontrak kuliah, maka di Australia pertemuan pertama sudah langsung untuk membahas materi kuliah. Dosen disana hanya akan mengingatkan masing-masing mahasiswa untuk mengecek informasi yang sudah diunggah tersebut. Sepanjang perkuliahan berjalan, setiap minggunya dosen akan memperbaharui halaman forum dengan materi-materi yang sudah disampaikan di kelas (biasanya berupa powerpoint atau hasil scan materi yang ditulis oleh dosen). Nah, hal ini tentu sangat berguna bagi mahasiswa yang melewatkan sesi perkuliahan dan juga bagi mereka yang kedepannya akan mengambil mata kuliah itu di semester berikutnya, kenapa demkian? Dalam kehidupan kampus di Indonesia, kebanyakkan dari kita mungkin pernah mengalami yang namanya, meminta materi perkuliahan ke senior-senior yang pernah mengambil mata kuliah yang akan kita ambil. Beruntung jika mendapatkan materi dari senior yang rajin mencatat ketika perkuliahan, jika tidak maka kita tentu tidak dapat memperoleh materi secara utuh bukan?

Di ANU, mahasiswa masih dapat mengakses halaman diskusi mata kuliah yang diambil pada satu semester sebelumnya, sehingga jika materi mata kuliah yang diambil sekarang masih berhubungan dengan mata kuliah semester sebelumnya, mahasiswa tidak perlu pusing-pusing meminta materi ke senior lagi.

Wattle materi

Materi Perkuliahan yang diunggah oleh dosen ke Wattle

  • Dapat Mengakses Video Perkuliahan

Salah satu fungsi dari Wattle adalah terhubung langsung ke Echo360. Echo360 adalah suatu sistem yang diimplementasikan dalam ruangan kelas dan digunakan oleh dosen untuk merekam materi perkuliahan di kelas, baik berupa rekaman suara, layar presentasi, hingga rekaman tulisan di papan kelas. Rekaman ini selanjutnya dapat diakses mahasiswa untuk ditonton sesuai mata kuliah masing-masing. Di Australia, kehadiran mahasiswa di kelas tidak menjadi persoalan, sehingga bagi mereka yang tidak hadir di kelas, dapat menonton rekaman tersebut. Teman-teman jangan berpikir bahwa dengan kehadiran fasilitas ini, mahasiswanya menjadi malas untuk datang ke kelas mengikuti perkuliahan. Mengikuti perkuliahan di kelas secara langsung mempunyai manfaat, antara lain,mahasiswa dapat mempunyai kesempatan bertanya ke dosen pada saat itu juga tentang materi sebelumnya dan materi yang sementara dibahas.

Sistem pendidikan tinggi di Australia memungkinkan mahasiswa dari jurusan yang berbeda untuk mengambil mata kuliah dari jurusan yang lain. Jadi, jangan heran ketika berada di dalam kelas terdapat mahasiswa dari beberapa jurusan. Sistem inilah yang menyebabkan biasanya terjadi ‘tabrakan’ jadwal mata kuliah, sehingga mereka yang mengalami hal ini terpaksa harus menonton rekaman perkuliahan. Rekaman kuliah ini sangat bermanfaat terutama saat musim ujian telah dimulai, karena dapat digunakan untuk review materi yang dipelajari sejak awal perkuliahan. Kita disini juga dapat menerapkan ini tanpa harus mengimplementasikan sistem untuk perekaman di masing-masing kelas, yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Caranya adalah cukup dengan menggunakan kamera ponsel sebagai alternatif, untuk selanjutnya dapat diunggah ke platform-platform seperti Youtube. Di ANU, tidak semua kelas sudah terpasang sistem ini, sehingga biasanya mahasiswa berinisiatif sendiri untuk merekam materi perkuliahan untuk kemudian diberikan ke dosen agar dapat diunggah ke halaman Wattle, dan diakses oleh mahasiswa lain.

Echo Wattle

Arsip Rekaman Perkuliahan

  • Sebagai Tempat Diskusi 24/7

Forum diskusi di Wattle dibagi menjadi dua jenis; Pertama namanya News Forum, yakni sebuah forum satu arah yang hanya bisa digunakan oleh dosen dan para tutor untuk memberikan informasi seputar mata kuliah seperti, pemberitahuan tugas atau solusi tugas telah diunggah, pembatalan sesi perkuliahan, dan kelas pengganti, serta hal lainnya yang berhubungan dengan perkuliahan tersebut. Forum lainnya adalah Discussion Board yang merupakan forum diskusi antar mahasiswa dan dosen serta tutor seputar perkuliahan. Dalam forum ini, mahasiswa bebas menanyakan apa saja terkait mata kuliah seperti, pembahasan materi yang kurang dipahami, tugas mata kuliah, hingga soal dalam ujian-ujian tahun sebelumnya. Meskipun begitu, sebagai dosen atau tutor biasanya tidak akan langsung menjawab pertanyaan dari mahasiswa apabila terkait materi kuliah. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat saling berdiskusi terlebih dahulu, ketika dirasa sudah cukup barulah dosen atau tutor akan ikut nimbrung juga. Di Indonesia, mungkin sudah tidak asing lagi dengan hal seperti mahasiswa mengirimkan pesan singkat ke dosennya diluar jam kantor untuk bertanya tentang materi perkuliahan ataupun hal-hal seputar perkuliahan lainnya. Hal itu mungkin dirasa agak mengganggu oleh kebanyakan pengajar, dan tidak jarang mahasiswa tidak mendapatkan respon balik. Dulu sewaktu saya menempuh studi s1, keinginan untuk bertanya ke dosen melalui pesan singkat juga saya rasakan, terlebih ketika sedang review materi perkuliahan yang baru saja diperoleh di kelas. Menurut saya, mahasiswa tidak bisa disalahkan juga, meskipun sering dibilang kalau sudah menjadi mahasiswa maka harus mandiri dalam mencari jawaban dari pertanyaan. Akan tetapi, mahasiswa perlu juga untuk difasilitasi dalam proses mencari jawaban tersebut. Ketersediaan forum diskusi seperti ini tentu memudahkan mahasiswa dalam bertanya dan tersalurkan melalui wadah yang tepat juga.

Diskusi Wattle

Tampilan Forum Diskusi di Wattle

Demikian beberapa fitur bermanfaat dari Wattle yang biasa digunakan oleh mahasiswa, dosen dan tutor. Dari cerita teman-teman yang berkuliah di Indonesia, sebenarnya fasilitas seperti ini sudah tersedia. Akan tetapi, tidak diterapkan dalam proses perkuliahannya baik karena pengajarnya tidak paham pemakaiannya hingga kurang inisiatif dari pengajarnya. Mungkin karena kita sudah terbiasa dengan sistem pembelajaran yang konvensional ya, dimana proses pertukaran ilmu hanya di dalam kelas saja. Harapan saya, berkaca dari manfaat-manfaat adanya forum ini sebagaimana dipaparkan di atas, dosen dapat mulai mengimplementasikan hal ini sejak dini, dan pada pertengahan kuliah dan di akhir bisa meminta feedback dari mahasiswa untuk melihat respon dari mahasiswa terkait forum ini, agar kedepannya lebih baik lagi. Di artikel lainnya, saya akan membahas juga tentang sistem pemberian feedback dari universitas di Australia kepada staf universitas dan juga mahasiswa. Barangkali bisa ada hal positif yang bisa kita ambil dan terapkan. Nah bila di universitas tempat teman-teman mengajar tidak terdapat fasilitas forum ini, bisa memakai Google Classroom (https://www.youtube.com/watch?v=uVJHM5V7l2M&feature=youtu.be). Selain gratis, fasilitas yang disediakan juga hamper sama seperti forum diskusinya ANU. Di situ dapat mengunggah materi, pengumpulan tugas, dan terdapat forum diskusi yang bisa diakses oleh mahasiswa. Saya rasa, sudah saatnya kita untuk keluar dari zona nyaman demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. Sekian dan sampai bertemu di pembahasan berikutnya ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s