Notulensi Sesi Diskusi Daring Bersama Kelas Daring IELTS NTT “Persiapan, Ekspektasi, dan Realita Studi Pascasarjana oleh Penerima Beasiswa di 4 Benua” – Bagian II

Bagian pertama dari notulensi ini dapat dibaca melalui tautan berikut: Notulensi Sesi Diskusi Daring Bersama Kelas Daring IELTS NTT “Persiapan, Ekspektasi, dan Realita Studi Pascasarjana oleh Penerima Beasiswa di 4 Benua” – Bagian I

BENUA AMERIKA

MarthaPertanyaan untuk Kak Stevie,

  1. Apa perbedaan beasiswa Fulbright dgn beasiswa lainnya? Berapa syarat untuk skor IELTS? (Michael)
  2. Apakah beasiswa Fulbright lebih menyentuh pada basis pendidikan apa? Misalnya Pendidikan, kesehatan, atau teknik? (Amanda)
  3. Apakah langkah pertama untuk mendaftar di univ di Amerika?
    Adakah tips-tips untuk Tes GRE?

MarthaPertanyaan untuk Kak Dea,

  1. Apakah beasiswa CIFOR-USAID berlaku untuk semua jurusan atau sudah ada prioritas jurusan? (Alberto)
  2. Apakah langkah pertama untuk mendaftar di univ di Amerika?
    Adakah tips-tips untuk Tes GRE?

Stevie: 1) Perbedaannya ada pada negara tujuan untuk Fulbright hanya diberikan untuk kampus – kampus di USA. Syarat IELTS minimal 6.5 untuk Master setara dengan TOEFL ITP 550. 2) Semua jurusan bisa diambil kecuali kedokteran atau jurusan yang mengharuskan mahasiswa berkontak langsung dengan pasien. Jurusan ini tidak dicover karena harus mendapatkan clearance dari pemerintah Amerika apabila ingin berkontak dengan pasien. Namun demikian apabila berbasis lab maka bisa dipertimbangkan selama tidak berkontak dengan pasien. Ada bermacam-macam jurusan yang bisa diambil beberapa teman saya ada yang kuliah film di holywood ada juga manajemen aviasi/bandara. Untuk informasi lebih lengkap bisa mengunjungi website aminef di AMINEF. 3) Untuk pendaftaran bisa langsung ke web university yang dituju. beberapa jurusan menyediakan platform khusus untuk mendaftar seperti SOPHAS untuk public health. atau bisa juga menggunakan jasa pihak ketiga dengan membayar fee. Untuk test GRE banyak berlatih dan terus berlatih, di internet banyak bahan latihan yang bisa diakses secara gratis, saya juga punya beberapa bisa saya sharekan apabila serius.

Dea: 1) CIFOR-USAID hanya dibatasi untuk yang berniat kuliah lanjut di bidang kehutanan atau lingkungan hidup. Setahu saya tidak dibatasi jurusan S1 apa, yg penting jelas hubungannya dengan jurusan S2. Sayangnya, beasiswa CIFOR-USAID udah tutup kloter. 2) Sama seperti yg dibilang Kak Stevie, langkah pertama buka website. Cek persyaratannya apa dan deadline kapan. Apakah waktunya memungkinkan? Kebanyakan univ pendaftarannya online, jadi kalau sudah niat langsung aja buat akun di website application mereka. Perlu diingat bahwa kebanyakan univ USA memungut biaya pendaftaran yang perlu dibayar sebelum berkas disubmit, jadi lulus nggak lulus tetap bayar. Tips GRE: Saya mengambil General GRE jadi matematikanya cuma level SMA. Lumayan gampang, tapi memang perlu latihan biar bisa menyelesaikan dalam batas waktu ujian + lancar bikin soal berbahasa Inggris. Saya rasa lebih susah bagian writing daripada matematika. Kalau mau membiasakan diri dengan waktu + software yang digunakan dalam tes, ada software latihan gratis dari website ETS (penyelenggara GRE).

Martha: Untuk kak Kak Stevie dan Kak Dea, 1)apakah untuk apply beasiswa ke amerika harus ada skor GRE? 2) Apa saja yg dulu kaka-kaka lakukan sehingga bisa diterima di kampus di USA?

Dea: Tergantung kampusnya – setahu saya kebanyakan minta GRE untuk apply S2. Untuk S3 kadang minta kadang nggak. Sebaiknya cek di persyaratan kampus yang ingin dituju. Sharing pengalaman GRE sedikit. Karena kerja dan berbagai urusan lain, aku fokus persiapan GRE 2 migggu bersih, jadi selama libur Natal 2016 itu aku kerjanya cuma bikin soal-soal Matematika doang. 😅 Nggak terlalu susah kok, no need to be intimidated. 🙂

Kayaknya aku diterima karena 1) banyak pengalaman volunteering + organisasi (selain pengalaman kerja) dan 2) pintar jual diri lewat essay/SOP. 😅 Statement of purpose ngaruh banget lho dalam menyeleksi application. SOP harus mencerminkan seluruh jiwa raga hati pikiran kalian – seluruh passion kalian – biar kelihatan kalian bener-benar niat banget dan motivasinya kuat.

Martha: Harus gaas pooll yaa kak untuk promosikan diri di essay dan SOP nya. Plus mesti banyakin kegiatan-kegiatan di luar akademis juga 🙂

Stevie: Benar harus ada skor GRE karena GRE merupakan persyaratan minimal untuk hampir semua jurusan di USA. Untuk beasiswa Fulbright sudah ada pihak ketiga yang akan membantu kita mendaftar ke Universitas kita hanya perlu memberikan kepada mereka dokumen dan semua sertifikat test GRE, GMAT, dan TOEFL ibt semuanya mereka yang atur.

Martha: Untuk Kak Stevie 1) Apakah beasiswa Fulbright memperhatikan akreditasi jurusan dan universitas asal? 2) Bagaimana cara untuk memperoleh link terkait orang ketiga yang bisa membantu kita untuk mendaftar ke univ di Amerika?

Stevie: Untuk akreditasi kampus asal selama kampus kita sudah terakreditasi sesuai standard yang berlaku maka tidak menjadi maslaah. Untuk pihak ketiga ada banyak misalnya IIE, IDP, atau INTO dsbnya bisa di google saja. hanya saja biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal.

Martha: Wah, berarti lebih baik mendaftar mandiri ya kak untuk jika ingin lebih hemat, mengingat untuk mendaftar saja ke kampus USA sudah harus membayar dulu, terlepas dari lulus atau tidaknya.

MarthaUntuk Kak Stevie, mau tanya apakah beasiswa Fulbright butuh pengalaman kerja? apakah Fulbright memprioritaskan Indonesia Timur seperti LPDP?

Stevie: Yups tentunya pengalaman kerja min 2 tahun. Untuk Indonesia bagian Timur ada prioritas namun tidak ada kuota khusus seperti beasiswa lainnya.

MarthaUntuk Kak Stevie, ada tidak s2 khusus k3? Kira kira bagaimana prospek public health di Kupang menurut kak? (Sasmaida)

Stevie: Ada salah satu teman saya mengambil jurusan ini kemarin. Untuk Public Health di Kupang menurut saya prospeknya masih belum begitu bagus dikarenakan belum banyak lembaga-lembaga penelitian ataupun NGO yang fokus ke Public Health, apabila ingin mengejar karir di bidang ini maka saran saya akan lebih baik diluar kupang bisa bergabung dengan lembaga penelitian di universitas-universitas besar ataupun lembaga NGO lainnya kecuali ada keinginan untuk mendirikan NGO lokal.

Martha: Untuk Kak Stevie, saya saat ini adalah mahasiswa S2 di Universitas dalam negeri. Apakah saya bisa apply beasiswa Fulbright? (Hani)

Stevie: Bisa apabila ingin mengambil s3 maka harus menyelesaikan s2 nya dulu. kalau mau ambil s2 berarti musti mengulang dari awal di USA.

MarthaUntuk Kak Stevie, apakah beasiswa Fulbright bisa mengcover biaya suami dan anak, jika ingin membawa mereka study keluar?(Winda)

StevieUntuk Fulbright juga sama apabila ingin membawa keluarga maka silahkan dengan biaya sendiri.

BENUA AUSTRALIA

Martha: Pertanyaan ini untuk Kak Ria, apa ilmu yg paling berguna yg diperoleh dari bidang studi Applied Linguistics? Apa tesis yang dulu diambil? Apa ada tips pengambilan data untuk tesis agar tidak perlu turun lapangan? Bagaimana mengurus tempat tinggal dll di Australia? (Iim)

Ria: Thanks for the question, Lim.

Saya mengambil master by coursework dimana program kami tidak ditawarkan thesis namun research project. Research project yang saya kerjakan sewaktu s2 adalah
1. ESL/EFL teachers’ perception on professional development program at home country.
2. Pragmatics Study. The comparative study on compliment and compliment response between English native speakers and EFL Indonesian students.
Research pertama dipresentasikan di TESOL Research Network Colloquium Yang diselenggarakan oleh University of Sydney dan Macquarie University. Research kedua dipresentasikan di ACE2018 Tokyo.

Untuk bidang studi Applied Linguistics, ada banyak sekali ilmu yang saya peroleh terlebih mengenai studi etnografi, discourse analysis, systematic functional linguistics, yang mana sangat berguna dalam melakukan studi budaya dan bahasa.

Untuk teknik pengambilan data, bisa dilakukan dengan menyebarkan survey atau kuisioner secara online, semi-structured interview pun bisa dilakukan face to face or via skype. Namun sebelum mengambil data, semua instrument penelitian mesti dicek validitas untuk menghindari bias.

Pengurusan tempat tinggal di Australia bisa dicek di website kampus. Disana biasanya disediakan akomodasi yang disarankan kepada mahasiswa internasional yang di dalam kampus dan sekitarnya. Selain itu, biasanya komunitas PPI( persatuan Pelajar Indonesia) di tiap kampus akan membantu mencarikan akomodasi. Selain itu, bisa juga mengecek akomodasi di website gumtree.au.

Albert: Saya bantu jawab juga ya untuk pertanyaan tentang tempat tinggal. Di Australia ada dua opsi, bisa tinggal dalam kampus atau di luar lingkungan kampus. Kalau di dalam kampus, keuntungannya adalah dekat kalau mau pergi ke perpustakaan contohnya, tetapi biasanya lebih mahal di biaya sewa. Kalau di luar kampus, lebih murah biasanya, dan itu banyak yang mengambil opsi dengan menyewa rumah bersama-sama agar lebih murah.

Untuk cari-cari opsi tempat tinggal di luar kampus, biasanya dengan menggunakan grup fb atau situs-situs pencari seperti https://flatmates.com.au/.

Martha: Untuk Albert, saya S1 nya matematika. Pengen lanjut S2 yg linier sama S1 saya. Tapi saya masih belum punya informasi apapun tentang kampus dengan jurusan pasca sarjana nya yang linier sama S1 saya (Ferlyn)

Albert: Terima kasih sudah bertanya. Biasanya untuk S2 di tahun pertama teman-teman akan mengambil mata kuliah terlebih dahulu, tujuannya agar tahu nanti ingin mengambil topik tesisnya dan juga untuk mencari pembimbing di akhir tahun pertama, setelah itu baru riset di tahun kedua. Kalau untuk awal saat mencari universitas, silahkan masuk di website universitas dan jurusan yang dituju, biasanya ada daftar mata kuliahnya. Ini contoh kalau di ANU

https://programsandcourses.anu.edu.au/program/VMASC

Martha: Pertanyaan untuk Albert

  1. Bagaimana tips and tricks supaya bisa struggle kuliah s3 di Aussie dengan perbedaan bahasa, culture, dsb? Saya berencana lanjut s3, Major Akuntansi.
  2. Secara teknis apa saja yang wajib dipersiapkan selain Toefl/IELTS, LOA, beasiswa?
  3. Bagaimana menemukan pembimbing yang tepat walau belum pernah kenal sebelumnya? (Sri)

AlbertTerima kasih sudah bertanya, saya coba jawab ya sesuai pengalaman.

  1. Untuk S3 mungkin selain yang sudah dibilang, yang paling penting itu adalah manajemen waktu dan menjaga komunikasi dengan pembimbing disertasi. Karena s3 tidak lagi seperti s2 yang mengikuti jadwal semester, maka jadwal harus diri sendiri yang susun dengan pembimbing. Nah komunikasi dengan pemimbing juga penting terutama diawal-awal saat menentukan jadwal diskusi reguler, karena kamu bukan hanya mahasiswa bimbingan dari pembimbing itu saja. Usahakan selalu mengambil inisiatif dengan memberikan perkembangan kepada pembimbing.Sebagai contoh, untuk s3 saya, biasanya kami membuat rangkuman hasil pertemuan setiap selesai diskusi berisi tentang apa saja yang dibahas dan juga rencana selanjutnya. Tapi perlu diingat juga, pengalaman s3 masing-masing orang berbeda ya.
  2. Selain LoA dan bahasa, tentu yang harus dipersiapkan adalah proposal riset.
  3. Menurut saya koneksi itu penting, dulu saya mendapatkan kontak calon pembimbing dari pembimbing tesis saya yang dulu. Ini juga penting karena beliau (pembimbing s2) merekomendasikan kamu ketika kamu melamar sebagai mahasiswa bimbingan di calon pembimbing s3nya.

Terkait proposal riset, jadi prosedurnya kira-kira begini:

  1. Kirim email kepada calon pembimbing mengenai latar belakang pendidikan teman dan riset yang ingin diambil (biasanya disertakan dengan transkrip).
  2. Calon pembimbing meminta proposal risetnya.
  3. Biasanya kalau calon pembimbing tertarik, akan dilanjutkan dengan wawancara lewat skype.
  4. Kalau sudah setuju diterima sebagai mahasiswa bimbingannya, baru lanjut ke pendaftaran universitas.

nah khusus untuk riset, Australia punya beasiswa riset yang ditawarkan ke mahasiswa internasional. Salah satunya adalah RTP atau Research Training Program scholarship https://www.education.gov.au/research-training-program

Selain itu, jika projek teman-teman untuk s3 merupakan projek dari pembimbing yang didanai oleh pemerintah australia (namanya ARC grant), maka bisa juga teman-teman disponsori oleh pembimbing s3nya dengan menggunakan grant itu. Kenapa? karena mereka juga perlu mahasiswa s3 untuk menyelesaikan projek tersebut.

MarthaPertanyaan untuk Albert

  1. untuk mengetahui kesediaan beasiswa doktoral research disana harus melihat dimana, saya pernah mencoba melihat di website FB, cuma membingungkan, mohon tipsnya.
  2. Agar kesempatan mendapatkan promotor disana lebih besar, adakah tips khusus?
  3. Bidang saya akuntansi pemerintahan, saya mendapat informasi dari teman2 diluar negeri kalau akuntansi pemerintahan diluarnegri masuk ke public policy, apakah benar?

AlbertTerima kasih sudah bertanya.

  1. Silahkan lihat tautan ini ya: https://www.education.gov.au/research-training-program. Ini beasiswa RTP yang diberikan untuk mahasiswa internasional yang akan mengambil studi riset (master by research atau PhD) di Australia. Wewenang seleksi dilakukan oleh universitas masing-masing di Australia.
  2. Jadi di Australia itu ada dua cara, 1) teman-teman mengusulkan sendiri topik riset jadi tentu sudah harus punya proposal riset sebelum kontak dengan calon pembimbing 2) melamar posisi doktoral dengan projek dari calon pembimbing, projek ini biasanya merupakan projek yang didanai oleh Australian Research Council (ARC), nah untuk ini teman-teman bisa mengecek di website universitas masing-masing. Ini contohnya kalau di UTas: https://www.utas.edu.au/research/degrees/available-phd-projects.
  3. Yap sepertinya begitu jika dilihat dari teman-teman saya yang pernah ngambil. Di ANU itu ada namanya master of public policy masuk dalam Crawford School of Public Policy (https://crawford.anu.edu.au/study/graduate-degrees/master-public-policy). Sedikit menambahkan, teman-teman tetap harus melihat struktur jurusannya dlu ya apakah sesuai atau tidak, soalnya kalau akuntansi di ANU ada juga masuk di College of Business and Engineering. Kalau kebijakan publik, maka masuk di Crawford.

MarthaUntuk kak Ria dan Albert, biasanya saat dftar kita diminta LoA. Untuk dapat LoA nya itu prosesnya bagaimana, kak? (Ferlyn)

Albert: Aku bagi jadi dua ya, untuk s2 dan s3 soalnya masing-masing punya prosedur masing-masing.

Untuk S2: Biasanya ke kampus Australia, banyak calon mahasiswa menggunakan bantuan agen pendidikan seperti IDP untuk mendaparkan LoA. Teman-teman cukup melampirkan transkrip dan ijazah s1 saja dan mengisi beberapa dokumen yang diberikan dari universitas yang dituju. Silahkan kontak saya kalau mau kontak ke orang IDPnya.

Untuk S3: Tidak bisa pakai agen lagi, karena ini harus mendaftar sendiri. Langkahnya adalah dengan mendapatkan calon pembimbing dlu, setelah sudah dapat akan diarahkan oleh pembimbing untuk melakukan pendaftaran online ke universitas yang dituju.

Ria: Hi Ferlyn.

Untuk LOA itu opsional. Setau saya, Tidak harus ada pada saat mendaftar beasiswa. (Mohon dikoreksi apabila keliru)

Nah ada dua macam LOA. LOA conditional dan LOA unconditional.

LOA conditional biasanya diberikan pihak uni pada saat berkas-berkas sudah diterima namun belum memiliki sertifikat IELTS yang sesuai dengan standar uni. Apabila pelamar sudah melampirkan sertifikat IELTS sesuai persyaratannya uni, maka pelamar akan diberikan LOA unconditional yang bisa digunakan untuk mengurus COE, visa dll.

Banyak lembaga konsultasi pendidikan di Indonesia seperti IDP, IALF yang menyediakan jasa membantu mendapatkan LOA secara gratis bagi teman2 pelamar.

Martha: Pertanyaan untuk Albert Soewongsono dan Kak Ria, kalau mau kuliah di LN, ada ijazah dan beberapa berkas harus diterjemahkan (Bing). Di mana tempatnya di Kupang? (Golda)

Albert: Terima kasih kak Go sudah bertanya. Saya jawab ya sesuai pengalaman.

Untuk ijazah dulu saya terjemahkan pakai bantuan notaris, nanti kita terjemahkan sendiri untuk kemudian dicap dan dittd notaris. Tapi dulu saya pernah dengar, kalau di undana juga bisa untuk terjemahkan. Kalau kak Go mau, saya bisa berikan contoh yang waktu itu sudah diterjemahkan ya 🙂

Ria: Halo Golda.

Iya, ijasah dan transkip nilai diterjemahkan. Kemarin ijasah dan transkip nilai saya terjemahkan sendiri berhubung matakuliah di s1 juga semuannya dalam bahasa Inggris dengan merujuk informasi di internet juga 🙈 setelah diterjemahkan, saya meminta Rektor Unwira untuk menandatangi dan dicap.

Bisa juga dokumen terjemahan dilegalisir oleh notaris.

Kalau di Kupang, Ibu Leni Suek dan Pak Bire membuka jasa terjemahan dokumen namun saya tidak tau apakah beliau berdua merupakan penerjemah tersumpah.

Martha: Untuk Albert, kebetulan saya lulusan s2 bidang matematika juga yang ingin mencari informasi beasiswa dan kuliah di luar negeri,untuk Australia sendiri bagaimana iklim nya? Apakah ada juga program s3 riset di Australia? (Dian)

Albert: Terima kasih sudah bertanya.

Sejauh ini menurut saya, enak-enak saja selama berkomunikasi dengan pembimbing. Tidak hanya tentang akademik saja yang didiskusikan, mau curhat juga boleh, tetapi itu mungkin subjektif dari masing-masing pembimbing ya 😅

Selain itu disini juga ada namanya grup riset sesuai dengan bidang yang diambil, dan biasanya selalu ada pertemuan mingguan, dimana akan ada presentasi dari anggota di grup itu tentang riset yang sedang dilakukan.

Martha: Untuk Albert, bagaimana ekspektasi orang dengan latar belakang matematika murni untuk diterima lamaran beasiswanya? (Angga)

Albert: Menurut saya, peluangnya besar terlebih di Australia sini, karena sains dan matematika termasuk dalam prioritas. Bahkan LPDP sendiri sepertinya sudah lebih memprioritaskan di bidang-bidang ini.

MarthaPertanyaan untuk Albert, apakah beasiswa dari pemerintah Australia untuk s3 menanggung biaya hidup keluarga (pasangan dan anak) ? Dari tahun pertama? Karena beasiswa LPDP menanggung biaya hidup keluarga di tahun kedua. Jadi hal tersebut menjadi pertimbangan saya sebelum mendaftar beasiswa mengingat saya sudah memiliki keluarga, dan berharap bisa lanjut study bersama keluarga. (Sri)

AlbertTerima kasih sudah bertanya, kalau beasiswa pembangunan seperti AAS setahu saya ditanggung. Tetapi untuk beasiswa riset seperti RTP, hanya student saja yang ditanggung living allowancenya. Mungkin yang bisa jadi salah-satu pertimbangan ketika memilih beasiswa adalah kontak selesai studinya. Terlebih kalau yang ambil s3, biasanya selesai s3 mungkin mau lanjut post-doc, kalau beasiswa seperti AAS setahu saya terikat kontrak untuk pulang kembali ke negara asal terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu. Kalau beasiswa riset seperti RTP, maka ketentuan itu tidak berlaku, jadi kalau mau lanjut dengan post-doc juga bisa.

MarthaPertanyaan untuk Albert, apakah ada beasiswa selain LPDP untuk ke aussie? berhubung IPK saya 3,1 terima kasih 🙏

Albert: Terima kasih sudah bertanya. Selain LPDP, ada juga beasiswa Australia Awards yang dibuka tiap tahunnya (https://dfat.gov.au/people-to-people/australia-awards/pages/australia-awards-scholarships.aspx). Khusus yang mengambil masters by research atau PhD bisa juga coba beasiswa RTP (https://www.education.gov.au/research-training-program).

MarthaPertanyaan untuk Kak Ria,  LoA nya itu ada jangka waktu berlakunya? (Ferlyn)

Ria: Halo Ferlyn.

Itu LOA, setau saya ada masa berlaku. Misalnya pelamar ingin masuk ke uni tersebut di summer intake kisaran Februari 2020 ato Juni 2020 berarti LOA conditional yang diberikan biasanya 6 bulan – 1 tahun sebelumnya untuk intake tahun tersebut.

Martha: Pertanyaan untuk Albert, bisa jelaskan sedikit k tentang kerangka proposal penelitian? Apakah kita bisa melakukan penelitian di Indonesia (NTT) selama studi?
Terimakasih(Simon)

Albert: Terima kasih sudah bertanya. Untuk kerangka proposal, mungkin bisa lihat panduan menulis proposal yang saya kutip dari website UTas:

As a guide to structuring your research proposal, please consider using the following structure:

The aims and objectives of your research
The importance of your research question to the field
The research methodology you propose
The expected outcomes
The viability of completing the research in the given timeframe
The academic supervisors available and evidence that adequate funding and facilities are available

Panduan Menulis Proposal Riset

Oh iya, rencana riset itu sifatnya dinamik, jadi akan berubah sesuai dengan perkembangan studi masing-masing ke depannya, jadi jangan terlalu stress saat membuat draft yang pertama ya. Kalau mau juga bisa konsultasikan lewat email dengan pembimbingnya. Untuk penelitian di NTT, harus komunikasikan dulu dengan pembimbing dan penyedia beasiswanya. Kalau boleh, tidak masalah.

Martha: Pertanyaan untuk Kak Ria, saya mau tanya kalau di Australia apakah untuk daftar program master ada tes masuk atau hanya seleksi berkas? (Roy)

RiaHalo Roy.

Di Australia, untuk program master setau saya hanya perlu mengirimkan berkas dokumen dan sertifikat IELTS. Ini untuk major saya.

Mungkin Albert bisa menambahkan.

Albert: Tidak perlu tes masuk setahu saya, tes masuknya itu dilihat dari berkas yang teman-teman lampirkan. Hanya saya, perlu diingat kalau beberapa universitas punya biaya pendaftaran masukkan berkas, seperti di Universitas Melbourne. Kira-kira sekitar 100 Australian Dollar.

MarthaPertanyaan untuk Kak Ria, apakah beasiswa LPDP bisa mengcover biaya suami dan anak, jika ingin membawa mereka study keluar?(Winda)

RiaHalo Winda.

LPDP mengcover biaya keluarga untuk pelamar S3. Untuk s2 tidak ditanggung. Boleh bawa keluarga pada saat studi s2 namun biaya sendiri.

MarthaPertanyaan untuk Kak Ria, kak kontribusi yg diminta dalam LPDP itu kontribusi yang seperti apa? harus terjun di tengah masyarakat seperti relawan, atau bagaimana? (Winda)

Ria: Pengalaman saya kemarin sewaktu s1, saya terlibat di Komunitas MITRA ( Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing) uni-based Unwira dari semester 3 hingga sekarang. Komunitas ini punya banyak kegiatan belajar dan berbagi.

Intinya seperti kata Kak Dea dan Mbak Debry, maksimalkan diri di satu komunitas dan relevan dengan passion teman-teman ataupun major.

Albert:

Facebook MITRA: https://www.facebook.com/CommunityMitra/
Instagram MITRA: https://www.instagram.com/komunitas.mitra/

Albert: Saya mau ngutip sarannya Dea waktu berbagi dengan kelas daring IELTS dulu. Jadi tidak masalah banyak atau sedikit, yang penting teman-teman niat dan berkontribusi maksimal dalam aktivitas yang dijalani itu.

Dea: To elaborate on this: Saya banyak pengalaman organisasi waktu kuliah, tapi pengalaman kerja saya cuma di 1 (satu) NGO dan volunteering di 2 (dua) NGO. Melihat volume kerjanya, rasanya nggak ada apa-apanya dengan teman-teman di Jawa yg track recordnya lebih wow. 🙃 Dan itu ternyata nggak masalah, yg penting kita tahu menonjolkan skill yang kalian dapatkan dari pekerjaan itu, dan bisa menghubungkan itu dengan alasan kalian ingin kuliah lanjut.

Albert: Sebagai tambahan materi, mungkin yang di sini tertarik dengan sesi berbagi oleh Dea beberapa waktu lalu. Untuk itu, bisa dibaca di sini ya:

https://assosiasimitra.wordpress.com/2019/11/17/kelas-daring-ielts-ntts-webinar-series-4-forestry-for-real-school-and-work-in-the-environmental-sector-with-caroline-dea-tasirin-yale-graduate-in-forest-scien/

rekaman video bisa diakses di sini: https://www.facebook.com/IELTSDaringNTT/videos/1174233172775794/

Ria: Saran saya kenali dulu karakter beasiswanya.

Untuk Beasiswa LPDP, mereka mereka butuh pelamar yang aktif di komunitas, punya jiwa kepemimpinan, dll karena mereka ingin mempersiapkan bibit-bibit calon pemimpin masa depan.

Nah untuk beasiswa AAS, Fulbright pun punya target pelamar dan karakteristik masing-masing.

Kalo misalnya teman-teman melamar beasiswa uni setempat, uni tidak memperhatikan skill kepemimpinan namun mereka lebih menilai prestasi akademik kalian kerena beasiswa yang diberikan berdasarkan merit-based. Kebanyakan uni di luar negeri punya beasiswa fully funded yang ditawarkan.

Dea: Terus terang ya, untuk bidang lingkungan hidup, kesempatan kerja/volunteering di bidang yang sesuai rada tipis untuk Indonesia Timur. Dan itu nggak apa-apa. Tonjolkan ide/visi misi kalian lewat apa yang ingin kalian lakukan setelah selesai studi lanjut; biar pengalaman kerja/volunteering nggak sebidang, ide/visi misi kalian pasti bisa didukung dengan skill yg kalian dapat dari pengalaman tersebut.

Sharing pengalaman lagi: Dulu waktu nunggu tes GRE (dikit-dikit gugup nih) aku ngobrol sama sesama peserta GRE yg ternyata juga salah satu kandidat beasiswa CIFOR-USAID. Beliau seorang GIS expert/spatial analyst di sebuah lembaga ternama, apalah aku ini yg hanya education assistant yg kerjanya outreach ke siswa-siswa dan warga desa 🙃 (makin gugup nih 😂) Pengalaman kerja/volunteering is one thing, apa yang kamu petik dari pengalaman itu jauh lebih penting.

Martha: Pertanyaan terakhir untuk kak Ria, beliau mengambil S2 linguistik di Australia. Yang mana pembelajarannya mengenai studi penelitian dan pngembangan bahasa.
Yang ingin saya tanyakan apakah jurusan bahasa dan sastra indonesia memiliki peluang untuk mendapat beasiswa tsb atau hanya khusus bagi basis ilmu bahasa Inggris saja? (Amanda)

Ria: Halo Amanda.

Untuk applied linguistics tidak terbatas di major Bahasa Inggris saja. Terbuka untuk major lain untuk melamar menjadi mahasiswa pasca sarjana applied linguistics. Di program applied linguistics sendiri, bahasa yang akan dibedah dan dianalisis juga beragam di matakuliah tertentu pun tidak hanya Bahasa Inggris.

Martha: Baik, sudah banyak penjelasan yang diberikan oleh para narasumber terkait beasiswa dan pengalaman studi yang pernah mereka jalani, semoga semakin menambah semangat para rekan-rekan untuk terus berjuang meraih mimpi masing-masing ya!😊 Dengan dijawabnya pertanyaan terakhir oleh kak Ria, maka sesi tanya jawab ini saya akhiri ya.

Albert: Oh iya berhubung kita sudah di ujung diskusi pada malam hari ini. Tadi di awal moderator mempersilahkan untuk memperkenalkan para narasumber, tetapi belum secara detail memperkenalkan diri sendiri, jadi saya bantu untuk perkenalkan ya.

Jadi Martha saat ini mengemban tanggung jawab sebagai duta bahasa provinsi Nusa Tenggara Timur, juga merupakan calon advokat. Peran Duta Bahasa adalah sebagai agen untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing melalui penerapan-penerapan langsung dalam berbagai bidang di masyarakat, artikel di bawah salah satu contoh penerapannya. Bahkan diskusi ini juga secara tidak langsung.

Mungkin teman-teman di sini ada yang tertarik ingin menjadi melestarikan bahasa daerahnya dan mengutamakan bahasa Indonesia dengan menjadi seorang duta bahasa juga? Bisa ditanya langsung sama Martha 😊

https://kupang.tribunnews.com/2019/11/26/duta-bahasa-ntt-ingin-bahasa-indonesia-didahulukan-dalam-pariwisata.

Terima kasih sudah loyal memoderasi setiap diskusi Kelas Daring IELTS, Martha 😚

Martha: Wah, terima kasih ya kak Albert untuk promosinya 😊😊 Bagi yang ingin berkontribusi terkait pengutamaan bahasa negara, pelestarian bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing, mari bergabung dengan Paguyuban Duta Bahasa NTT. Duta Bahasa terbuka untuk jalur umum dan juga jalur pelajar 🙂 Di grup ini juga ada @+62 852-3877-7747 sebagai Duta Bahasa NTT pertama tahun 2011 dan juga Duta Bahasa Pelajar 2019 @+62 823-4109-3990. Ada juga rekan-rekan Duta Bahasa lainnya yang tidak saya sebutkan satu per satu 🙏🙏

Terima kasih juga untuk para narasumber yang telah tulus berbagi ilmu dan pengalamannya.

Dea: Makasih banyak K’ Martha, great job moderating!👏🏼👏🏼👏🏼 Makasih udah menerima dan menyortir pertanyaan yg pasti banyak, heheheh. Makasih semuanya untuk pertanyaannya, semoga bermanfaat yaa 👋🏼

Ria: Terima kasih kak Martha sudah memandu diskusi ini dengan sangat baik 😘

Stevie: Terima kasih untuk disksusinya semoga semakin banyak anak NTT yang bisa merasakan pendidikan tinggi di luar maupun di dalam negeri 🙏🏼

Martha: Sekarang saya persilakan para narasumber untuk menyampaikan pesan penutup pada diskusi malam ini. Silakan kakak-kakak😊😊

Albert: Terima kasih untuk semua yang sudah hadir. Semoga diskusi ini memberikan manfaat bagi peserta dan juga untuk para narasumber, semakin semangat lagi dalam berbagi apa yang sudah didapatkan terlebih dahulu. 😁

Wina: Terimakasih untuk teman-teman semua. Tetap semangat dan semoga sukses! 😊

Debry: Terima kasih untuk moderator cantik malam hari ini 🙏🏻 semoga sharing dari kami bermanfaat untuk teman-teman semua.
Semoga sukses dan tidak kapok-kapok untuk apply beasiswa ya! 🥰

Martha: Terima kasih untuk para narasumber Kak Albert, Kak Ria, Kak Alvin, Kak Debry,  Kak Stevie, Kak Dea, Kak Victor, Kak Wina yang telah menyampaikan banyak informasi bermanfaat dan pastinya menambah semangat para peserta diskusi untuk terus berusaha meraih mimpi-mimpi😊🙏

Saya sebagai moderator memohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan di hati rekan-rekan🙏🙏

Sekali lagi saya mengundang rekan-rekan untuk menyukai halaman fb dan mengikuti akun instagram Kelas Daring IELTS NTT 2019 agar mendapatkan berbagai informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

https://www.facebook.com/IELTSDaringNTT/

https://www.instagram.com/kelas_daringieltsntt2019/

Diskusi malam ini akan dibuat notulensinya dan akan diinformasikan melalui akun-akun tersebut. Jadi segera sukai dan ikuti akun Kelas Daring IELTS NTT yaa 😊😊

Sekian untuk malam ini, sampai jumpa di diskusi berikutnya!😊

Albert: Sampai jumpa lagi 😚

Alvin: Terima kasih semuanya, sukses untuk kedepannya yah.

Victor: Terimakasih sampai jumpa lagi 🙏

Dirangkum oleh: Albert Christian Soewongsono

Inisiator Kelas Daring IELTS NTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s