EMBRACE THE FUTURE, STAND FOR COUNTRY

 

Foto2.jpg

Tim Debat SMAN 1 Kupang di Brawijaya English Tournament 2019 (kiri-kanan: Debora, Tara, Pedro, Santy, Saya)

“Seorang remaja itu seharusnya tidak membiarkan dirinya dipermainkan oleh waktu, karena bukan waktu yang menentukkan masa depan kita, melainkan kita yang menentukkan kapan masa depan itu akan terwujud”

Saya bukanlah SI BINTANG sewaktu SD, atau SI JENIUS ketika SMP, namun saya telah melalui banyak hal yang membawa saya duduk di bangku SMAN 1 Kupang sebagai SI KRITIS. Singkatnya, saya awalnya iseng mengikuti kegiatan di dunia baru bersama English Club (EC). Banyak hal yang telah saya lewati bersama teman dan senior di EC. Di perkumpulan itu saya dibina menjadi seorang debater. Menjadi Debater yang handal bukan persoalan mudah, setiap kali jari menulis rentetan argumen harus pula diikuti dengan logika dan pikiran yang logis. Beberapa lomba untuk mewakili nama sekolah kami di luar kota sudah saya ikuti. Lomba pertama memang tak meninggalkan kesan yang memuaskan, kalah wajar, kecewa pun wajar. Momen kekalahan itu terjadi di Bandung (Penabur English Debating Championship), bisa dibilang tim kami yang notabene masih kelas 10 merasakan tekanan luar biasa oleh sebab lawan-lawan kami yang terbilang sudah benar-benar menguasai bidangnya. Namun meskipun begitu, tekad dan ambisi kami telah menjadi senjata yang tangguh untuk bersaing disana. Kami tidak kalah tanpa perlawanan, kami kalah dengan terhormat. 

Perjalanan saya sebagai seorang debater tidak berhenti disitu. Lomba kedua, saya bermain di kandang sendiri, di SMAN 1 Kupang; Smansa English Debating Championship yang menjadi kali kedua saya bertanding lomba debat. Tak dipungkiri bahwa debater dari sekolah-sekolah lain tak kalah hebatnya. Kejuaraan saat itu membawa titik terang dari hasil kerja keras serta latihan yang disiplin sehingga tim saya dapat meraih posisi ke-3.
Melakukan rutinitas yang sama kadang membosankan, hal inilah yang sempat mempertemukan saya dengan titik jenuh dalam berdebat. Apalagi saya memegang posisi 3rd speaker yang kerjanya hanya merangkum 1st dan 2nd speaker. Kelihatan biasa-biasa saja dan cukup membosankan, bukan?. Tetapi, rasa jenuh itu cepat memudar mengingat passion saya dalam berdebat itu bisa dikatakan “lagi panas-panasnya”. Di awal maret baru-baru ini, saya dikejutkan dengan sesuatu yang tak saya perkirakan. Saya memegang posisi 1st speaker dengan tim yang baru untuk pergi ‘berperang’ di Brawijaya English Tournament yang bertempat di Malang. Awalnya saya berpikir akan canggung dengan tim yang baru apalagi dua orang di tim saya itu kelas 11. Namun, ternayata semuanya berjalan lancar, tidak ada kecanggungan dan malahan kami bertiga menjadi Tim yang kompak. Di brawijaya dengan kompleks kampusnya yang luas menambah kesan baru dan menantang bagi kami. Ketika preliminary round, kami semangat untuk bertanding dan meraih Victory Points sebanyak-banyaknya untuk dapat lolos ke 16 besar. Dari 4 ronde yang ada kami hanya dapat menghasilkan 2 Victory point/poin kemenangan dan hal tersebut membuat kami kurang yakin untuk dapat lolos. Menjelang Breaking Announcement, tidak satu pun dari kami yang berharap lebih. Namun, firman ini menghancurkan keraguan tersebut

“God didn’t bring you this far to leave you”(Philippians 1:6 )

Ya, kami berhasil masuk ke 16 besar dengan apa yang kami percaya telah kami lakukan semaksimal mungkin.

Sulit memang untuk masuk 8 besar yang sayangnya tak berhasil kami lewati, tetapi apa yang telah terjadi dapat menjadi permulaan bagi masa depan saya dan juga nama baik sekolah maupun daerah asal saya. Saya berdebat bukan untuk sekadar mendapat piala, melainkan juga untuk mendapat pengakuan akan perjuangan dan untuk memotivasi generasi-generasi muda dalam berpikir kritis yang akan menjadi tunas muda dalam membangun negara.

“Try to not become a man of success
But, rather try to become a man of value”
By Albert Einstein.

Oleh Junita Christine Soewongsono
Siswi Kelas X SMAN 1 Kupang
Anggota English Debating Club (EDC) SMAN 1 Kupang

Advertisements

Alda’s Experience Joining International Day of the Girl in Paris 2017

On 25th September 2015, the 194 countries of the UN General Assembly adopted the 2030 Development Agenda entitled Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development and point number 5 of that Sustainable Development Goals (SDG) is  to achieve … Continue reading

Aldi’s Experience Joining Pre-service English Teachers (Camp Epic) 2018

On 6th of November 2017, I applied a 2-week intensive training for pre-service English teachers all over Indonesia and Timor Leste. The program was conducted by Regional English Language Office (RELO) U.S. Embassy Jakarta cooperating with University of Indonesia. A … Continue reading

Sustainable Development Goals on Asean Youth Initiative Conference 2016 – Nurhildayati’s Story

Asean Youth Initiative Conference (AYIC). This very first conference made by the students of Padjajaran University brought me to go deeply into some issues of ASEAN especially my country, Indonesia. This event was held in UNPAD Training Centre, Bandung for … Continue reading

Pre-Service English Teacher EPIC Camp 2017 -Deadline November 15, 2016

What is Pre-Service English Teacher EPIC Camp? This camp is for selected talented 4th year university students who will be future teacher of English. In an engaging, interactive format with expert teachers and American professionals, selected participants will explore innovative … Continue reading

Open Registration – MITRA Mentoring Program 2016

Gambaran Umum

Project MITRA Mentoring merupakan program bimbingan atau asistensi kepada para calon pelamar program kepemudaan, pertukaran pelajar dan beasiswa dengan sasaran project adalah mahasiswa atau orang muda Indonesia Timur yang akan dilaksanakan selama 3 bulan sejak Januari sampai dengan Maret 2017.

Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup program dalam MITRA Mentoring terdiri dari:

1.Pra-mentoring (Sosialisasi)

  • Survei Awal Program
  • Undangan Kolaborasi dengan Pemuda/i ASEAN
  • Pembukaan Registrasi Online
  • Seminar bersama para mentor dan mantee
  • Pembukaan Registrasi Offline

2.Mentoring (Implementasi)

Bimbingan program beasiswa, pertukaran pemuda dan pengembangan diri.

Program beasiswa yang akan dibimbing terdiri dari:

  • Karya Salemba Empat (KSE)
  • Van Deventer Maas-Stichting (VDMS)
  • Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
  • Australia Awards Scholarship (AAS)
  • Indonesian Arts and culture Scholarship (IACS) dan
  • Summer School for Applied Math;

Program pertukaran pemuda yang akan dibimbing mencakup:

  • Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga
  • Kapal Pemuda Nusantara (KPN)
  • Young Leaders for Indonesia (YLI)
  • YSEALI Academic Fellowship Program
  • Camp EPIC dari US Embassy
  • Indonesia Australia Pastoral Student Program (IAPSP);

Program pengembangan diri yang akan dibimbing mencakup:

  • Bimbingan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan
  • Debat Bahasa Inggris.

3.Post-mentoring (Pembuatan buku dan kaset Mentoring)

Adapun kuota mentee yang akan dibimbing sangat terbatas dengan mempertimbangkan keefektifan dalam bimbingan. Sebagai bentuk kompensasinya, salah satu output dari program ini adalah pembuatan buku dari bahan daur ulang (environment friendly) dan pembuatan kaset MITRA Mentoring yang berisikan langkah – langkah pengisian formulir dan kumpulan contoh essai untuk masing – masing program, bonus informasi program kepemudaan lainnya yang tidak terimplementasi dalam program mentoring (Model United Nation (MUN), Asia Pacific Week (APW), ASEAN Youth Initiative Conference (AYIC), Be a Young Leader on Disaster (Beyond) ASEAN, bonus tips mendaftar berbagai program lain oleh peserta YSEALI dari berbagai negara di ASEAN dan link – link program kepemudaan yang tidak terimplementasi dalam program mentoring. Buku dan kaset MITRA Mentoring akan diperbanyak untuk dipergunakan oleh pemuda/i yang tidak berkesempatan bergabung dalam program mentoring.

Keunggulan dari MITRA Mentoring ini adalah dibimbing langsung oleh mentor MITRA dan mentor tamu dari Negara ASEAN lainnya yang dapat dilaksanakan via online maupun face to face, serta fleksibel. Sasaran dari program ini adalah para mahasiswa dan pemuda di kawasan Indonesia Timur.

Syarat pendaftar: Pemuda/i (Mahasiswa dan Sarjana dari semua bidang keilmuan) dari Kawasan Indonesia Timur (Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, dan Maluku).

Link Pendaftaran : click di sini

Deadline Pendaftaran : 14 Desember 2016

Jangan lewatkan kesempatan berharga untuk mendapatkan bimbingan langsung tentang program-program Beasiswa, Pertukaran Pelajar, dan Pengembangan Diri secara gratis dari mentor-mentor MITRA dan mentor tamu dari negara-negara ASEAN lainnya yang tergabung dalam Young Southeast Asian Leaders Initiative.

Kontak: mitramentoring@gmail.com

imaaa