Aldi’s Experience Joining Pre-service English Teachers (Camp Epic) 2018

On 6th of November 2017, I applied a 2-week intensive training for pre-service English teachers all over Indonesia and Timor Leste. The program was conducted by Regional English Language Office (RELO) U.S. Embassy Jakarta cooperating with University of Indonesia. A … Continue reading

Catatan Pasca Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara Provinsi Nusa Tenggara Timur 2016

_DSC0168

Oleh : Adren Nenobesi (Delegasi Indonesia China Youth Exchange Program 2015)

Tulisan ini dibuat sebagai bahan untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi yang akan diadakan tahun depan. Pemuda – pemudi yang telah mengikuti seleksi pada dasarnya telah mengerahkan segala kemampuan yang mereka miliki meliputi tenaga, pengetahuan, serta ide – ide kreatif setelah dipicu oleh soal – soal dalam seleksi tertulis maupun wawancara oleh tim penyeleksi. Namun, ada yang mampu menjawab, ada yang melenceng, dan ada pula yang belum bisa menjawab apa yang menjadi keinginan tim penyeleksi.

Setiap tahunnya, seleksi dilakukan oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) yang merupakan organisasi alumni PPAN tahun sebelumnya. Berikut adalah hal – hal yang perlu ditingkatkan dalam persiapan sebelum mengikuti seleksi PPAN, khususnya mewakili Provinsi NTT.

Pengetahuan Umum

Tim penyeleksi sangat mempertimbangkan calon delegasi yang memiliki pengetahuan umum yang baik. Gunanya agar calon delegasi yang terpilih siap untuk mengikuti atau menerima materi – materi yang biasanya dipaparkan dalam forum ataupun diskusi yang banyak dilakukan di setiap prigram. Pengertian dari terminologies umum seperti “melting pot” atau “culture shock” adalah sebagian kecil materi yang sering ditanyakan dalam tes tertulis.

Pengetahuan Nasional dan Internasional

Menjadi seorang delegasi yang mewakili provinsinya sudah pasti menjadi tugas yang membanggakan sekaligus bergengsi. Berasal dari provinsi NTT yang mungkin belum begitu dikenal oleh pemuda/i provinsi lain bukan berarti delegasi tampil dengan pengetahuan yang minim. Isu – isu Nasional seperti perbatasan, kehidupan pengungsi, maupun isu pendidikan merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan pemuda/i NTT. Pengetahuan akan isu – isu tersebut menjadi modal penting bagi seorang delegasi NTT dan sering diangkat dalam soal – soal tes tertulis.

Selain itu, pengetahuan internasional juga menjadi hal penting yang harus dimiliki seorang delegasi NTT. PPAN merupakan ajang pertukaran pemuda internasional. Oleh karena itu pengetahuan akan isu-isu internasional sangat sering dibahas dalam forum-forum yang diselenggarakan selama program. Isu – isu seperti laut Cina Selatan, One Belt One Road, Bali 9, lepasnya Inggris dari Uni Eropa, menjadi contoh materi yang diangkat dalam soal – soal test tertulis. Forum – forum Nasional dan Internasional ini juga tidak jarang melahirkan ide – ide kreatif yang menjadi ciri khas seorang pemuda. Biasanya hasil dari forum tersebut dituangkan dalam “Paper of Policy“. Calon delegasi dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang “Paper of Policy“.

Pengetahuan Budaya Nasional dan Daerah

Delegasi yang akan tampil di ajang Internasional akan merepresentasikan identitas mereka sebagai wakil Indonesia di dunia dan wakil daerah untuk Indonesia. Pengetahuan tentang tarian – tarian Indonesia yang sudah dikenal di dunia seperti Saman, Kecak, Tor Tor, Jaipong; lagu Nasional dan Daerah; tempatwisata alam dan berbagai budaya lainnya, sering digali lewat soal tes tertulis. Untuk budaya daerah, delegasi NTT harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang karakteristik budaya tiap – tiap daerah di NTT.

Sebagai wujud nyata dalam merepresentasikan budaya NTT, calon delegasi dituntut memiliki salah satu kemampuan seni budaya seperti menarikan tarian daerah, menyanyi lagu daerah atau memainkan alat musik tradisional. Penyeleksi sangat mempertimbangkan calon delegasi yang menguasai salah 1 tarian daerah dan mampu mengajarkannya kepada delegasi dari provinsi lain. Hal ini sebagai sarana penting dalam mempromosikan budaya daerah NTT di depan khalayak Nasional maupun Internasional.

Pengujian untuk pengetahuan budaya ini biasanya dilakukan dalam tes tertulis dan wawancara. Walaupun di provinsi lain biasanya calon delegasi diminta untuk melakukan peragaan seni budaya daerah. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa di tahun – tahun mendatang, seleksi akan meliputi penampilan seni budaya.

Bahasa Inggris

Tidak dapat dipungkiri bahwa Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Calon delegasi PPAN harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Bahasa Inggris merupakan salah satu yang diujikan oleh tim penyeleksi.

Post Program Activity (Kegiatan Pasca Program)

Sesuai dengan instruksi dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) tentang seleksi pertukaran pemuda, KEMENPORA mengharapkan pemuda yang terpilih untuk terlibat aktif dalam kegiatan pengembangan masyarakat melalui kegiatan pasca program atau post program activity yang ia rancang sendiri atau bersama komunitasnya. Kegiatan pengembangan masyarakat ini bisa meliputi kegeiatan pengembangan pemuda, anak-anak, maupun orang tua yang dibuktikan dengan proposal atau business plan kegiatan, laporan kegiatan, surat keterangan, maupun sertifikat yang membuktikan bahwa pemuda tersebut terlibat aktif ataupun akan dalam kegiatan yang dimaksud. Kegiatan – kegiatan  seperti menjadi relawan, kegiatan kepemudaan rohani, pengajaran luar sekolah, kelompok bisnis, pertanian, atau koperasi yang akan atau sedang dilakukan, akan menjadi bahan petrimbangan tim penyeleksi. Program – program tersebut biasanya dikontrol oleh KEMENPORA melalui proposal kegiatan yang disusun oleh pemuda calon delegasi, dengan dibantu oleh Dispora dan PCMI NTT. Tujuan KEMENPORA meminta delegasi untuk menyusun dan menjalankan post program activity adalah agar program pertukaran pemuda PPAN ini tidak hanya bermanfaat bagi indifidu atau delegasi itu sendiri, melainkan juga berdampak dalam pembanguan bangsa. Oleh karena itu, tim penyeleksi sangat mempertimbangkan program yang aplicable dan tidak muluk – muluk dibandingkan program yang terlalu hebat namun sulit dijalankan. Contohnya, Dispora lebih memilih program mengajar menbaca dan menulis untuk siswa putus sekolah dibandingkan pembangunan sumur bor di suatu desa yang kekurangan air bersih.

Akhir kata, selamat untuk peserta yang telah lulus dan terpilih untuk mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam ajang Pertukaran Pemuda Antar Negara yang akan melakukan kegiatan Pasca Program yang bermartabat dan bermanfaat bagi Pembangunan Bangsa. Bagi pemuda/i yang belum berhasil dalam seleksi, bersiaplah dan kembangkan diri kalian sebaik mungkin agar dapat lulus dalam seleksi-seleksi PPAN di tahun berikutnya.

Salam Pemuda.