Kampanye Damai HPSN 2016

Oleh : Ellysabeth Surat Lelan

Setelah beberapa bulan lalu MITRA HIJAU PAPUA istirahat sejenak dari segala aktivitas dan rutinitasnya, tahun 2016 ini adalah target kami untuk lebih banyak melakukan sesuatu yang bisa membangun dan menyadarkan masyarakat, lebih khususnya kepada para generasi muda agar lebih peduli lagi pada lingkungan. Bukan hanya soal aksi nyata di lapangan, namun lebih kepada banyak menulis wacana atau melakukan sebuah pendekatan menurut kami.

Berbicara soal lingkungan, pada 17 februari 2016, kami menerima undangan dari Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) yang meminta partisipasi kami dalam sebuah ‘Kampanye Damai HPSN’ yang dilakukan di 3 arah di kota Abepura yaitu dari : 1. Tanah Hitam-Lingkaran Abe, 2.Kampus USTJ-Lingkaran Abe, 3. Gor Waringin Kotaraja-Lingkaran Abe. ‘Kampanye Damai HPSN’ dilakukan bersamaan dengan surat edaran dari Dirjen Pengelolahan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, nomor SE-06/PSLB3-PS/2015 tentang Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Ritel Modern yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada minggu, 21 februari 2016.

Pada kesempatan tersebut, komunitas MITRA HIJAU PAPUA diwakili oleh saudara Adrian Singgamui, Agnita Kareyau, Kustanti Dalle dan Ellysabeth Surat Lelan. Sedangkan komunitas yang lain (selain MITRA dan FPPNG) ada Komunitas Rumah Belajar Papua, beberapa komunitas pecinta lingkungan lainnya, siswa-siswi sekolah, mahasiswa, jurnalis (salah satunya dari Kompas), masyarakat lokal setempat bahkan seorang WNA pun turut menjadi bagian momen sakral ini. Jumlah kami tidak dapat dikategorikan dalam jumlah yang banyak, namun kami sempat membuat jalanan macet karena orang-orang yang berlalu lalang saking memperhatikan papan-papan yang kami pegang tersebut dan orasi yang berapi-api oleh Kak Andre Liem dan Pak Fredy Wanda. Meskipun kami bergerak dibawah matahari yang semakin siang semakin panas, kami tidak menyerah dan tetap banyak hal yang diorasikan. Seakan terdengar seperti ‘sebuah seruan pertobatan’. Tentang keadaan Abepura bahkan Jayapura pada masa dulu yang begitu bersih dan sekarang dimana tempat ini sekarat. Tentang bagaimana masyarakat harus mulai dengan ‘diet kantong plastiknya’, karena menurut data yang kami temukan, kota Jayapura menghasilkan sampah plastik sebesar 386 ton/tahun. Ini bukan jumlah yang sedikit, jumlah yang sangat banyak namun siapa yang akan peduli pada angka ini? Masyarakat yang mendengar dan membaca papan-papan yang terukir indah ini, kiranya mereka mulai menyadari bahaya yang ditimbulkan dari kantong plastik. Harapan kami, dengan adanya ‘Kampanye Damai HPSN’ ini dan tentunya dengan keterbatasan jumlah kami, beberapa orang akan mulai tergerak hatinya dan mulai bergabung bersama kami memerangi banyaknya produksi kantong plastik yang beredar banyak dipasaran ini agar dapat terwujudnya program Indonesia Bebas Sampah 2020 demi kehidupan generasi yang mendatang yang lebih baik.

12745782_10206306032913362_1436903793006882303_n

Berikut beberapa fakta mengenai kantong plastik :

  1. Bahan utama dari minyak bumi dan gas alam cair, ditambah lagi bahan kimia lainnya untuk menghasilkan sebuah kantong plastik. Untuk memproduksi kantong plastik di Indonesia saja butuh 12 juta barel minyak bumi/tahun atau setara dengan 11 Trilyun Rupiah.
  2. Butuh 100-500 tahun untuk bisa terurai. Kalau dimusnahkan dengan cara dibakar, berarti asapnya akan membahayakan kesehatan kita karena mengandung senyawa karsinogenik seperti
  3. Rata-rata setiap orang di Indonesia memakai 700 lembar kantong plastik/tahun. kalau penduduk Indonesia ada 250 juta jiwa berarti ada 175 milyar lembar sampah kantong plastik/tahun. bagaimana dengan Kota Jayapura? dengan populasi penduduk 275,694 jiwa (sumber : BPS 2015) x 700 lembar berarti sekitar 192.985.800 lembar kantong plastik/tahun. (baca : seratus sembilan puluh dua juta sembilan ratus delapan puluh lima ribu delapan ratus)
  4. 80 persen sampah dilaut/perairan itu sampah plastik termasuk kantong plastik. Sampah plastik juga akan membuat hewan-hewan dilaut maupun danau mati. Contoh di Kota Jayapura ; Teluk Yotefa dan Danau Sentani

Jadi, bagaimana? Apakah anda sudah menyadari bahaya dari kantong plastik? Kebanyakan orang yang kami temui, sudah mengetahui bahayanya hanya saja sulit sekali bagi mereka untuk melakukan ‘diet kantong plastik’ ini. Jikalau sangat sekali sulit untuk mengurangi pemakaian kantong plastik, anda bisa mencoba beberapa tips berikut ini : (rekomendasi FPPNG)

  1. Jika hendak pergi berbelanja, usahakan untuk membawa kantong plastik yang masih bisa dipakai (dari rumah)/ kantong yang dapat anda gunakan berulang kali.
  2. Anda bisa membawa kantong belanja ramah lingkungan seperti tote bag/reusable bag.
  3. Kalau anda berdomisili di daerah Papua, silahkan gunakan noken jika hendak pergi berbelanja. Noken lebih praktik dan mempunyai dua sudut aspek yang menguntungkan. Pertama, sebagai pengganti kantong plastik dan yang kedua, anda dapat melestarikan budaya.
  4. Jikalau anda membeli makanan diluar, usahakanlah agar anda membawa sendiri wadah makanan (food container) dari rumah, atau juga bisa langsung makan ditempat tersebut.

Apakah anda hanya akan diam ketika beberapa solusi telah kami tawarkan? Ayoo.. mari kita sama-sama mengurangi pemakaian kantong plastik dengan langkah kecil diawal namun jangan jangan takut untuk mengambil langkah besar berikutnya, terutama untukmu para generasi muda. Mari terus berkarya dan menciptakan inovasi yang ramah bagi lingkungan demi program Indonesia Bebas Sampah 2020 dan kehidupan generasi mendatang yang lebih baik.

Salam Hijau!

#gerakanrakyat_hijaukanbumi_portnumbay #savetelukyoutefa #BebasSampah2020

Advertisements

Be Empowered, Prepared, Inspired and Connected with Camp EPIC 2016

Oleh : Steven Parera

Camp Empowered, Prepared, Inspired, Connected (EPIC) merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh Regional English Language Office (RELO), U.S. Embassy, Jakarta. Program ini diperuntukan bagi mahasiswa/i tahun ke empat, program studi Pendidikan Bahasa Inggris dari universitas – universitas di Indonesia dan Timor Leste yang merupakan calon guru Bahasa Inggris. Tahun ini, sebanyak 42 mahasiswa/i dari Indonesia dan Timor Leste (15%) dari 350 pendaftar, terpilih untuk mengikuti program ini yang dilaksanakan di kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia, dari tanggal 18 – 30 Januari 2016.

camp1

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk melatih dan mempersiapkan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris agar dapat menjadi tenaga pengajar bahasa Inggris yang matang di masa yang akan datang. Selama dua minggu kegiatan ini berlangsung, para peserta mengikuti berbagai macam aktivitas, seperti seminar, micro-teaching, American moment, outdoor activity, talent show dan hiking.

Pada kegiatan seminar, peserta diberikan berbagai macam materi yang sangat bermanfaat dan dapat diterapkan jika menjadi tenaga pengajar bahasa Inggris selain itu pada aktivitas Micro-teaching, peserta diberikan kesempatan untu menyusun bahan ajar dan mempraktekkannya secara langsung di hadapan para fellows, counselors, dan peserta lainnya.Keuntungan dari aktivitas ini adalah kita dapat belajar membuat rancangan pembelajaran bersama peserta lainnya serta mendapat feedback secara langsung dari para fellows, counselor dan peserta tentang kelebihan dan hal – hal yang harus diperhatikan dalam membuat suatu perencanaan pembelajaran bahasa Inggris. Pada American Moment, peserta diajak untuk lebih dalam mengenal sejarah dan budaya Amerika, termasuk musik, olahraga dan makanan. Selain itu, peserta juga diajarkan beberapa permainan yang populer di Amerika, salah satu contohya yaitu “Doesn’t Elf eat Giant”. Pada Talent Show, peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan bakat yang dimiliki, seperti bernyanyi lagu daerah, tarian daerah, mempraktekkan cara memakai baju tradisional yang benar, dan bahkan ada memperlihatkan kebolehannya dalam bidang sulap.

camp2

Program ini tentunya sangat menyenangkan karena selain bersifat fully funded, program ini juga dipandu dan diajarkan langsung oleh fellows RELO Jakarta dan panitia dari Universitas Indonesia yang luar biasa. Peserta diberikan kesempatan seluas – luasnya untuk menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas selama kegiatan ini, baik di dalam kelas maupun saat aktivitas lainnya. Peserta juga diajak mengunjungi beberapa objek wisata yang terkenal di Sumatera Barat, seperti Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lobang Jepang, Danau Singkarak dan Istana Pagaruyung.

Periode pendaftaran program ini biasanya diadakan pada pertengahan tahun. Bagi teman-teman yang ingin mengikuti program ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikankan, seperti:

  • Minimal sudah mempunyai pengalaman mengajar dan merupakan mahasiswa tahun ke 4 program studi Pendidikan Bahasa Inggris.
  • Melengkapi Application form yang disediakan oleh RELO Jakarta. Untuk memperoleh form tersebut, peserta bisa langsung menghubungi Camp EPIC graduate yang ada di daerah masing-masing atau bisa langsung menghubungi RELO Jakarta.
  • Peserta harus menjawab beberapa pertanyaan yang disediakan dalam application form, berdasarkan ketentuan yang diberikan (jumlah kata dalam setiap jawaban).
  • Peserta harus mendapat rekomendasi dari salah satu dosen dan Kepala program studi Pendidikan Bahasa Inggris asal peserta.
  • Jika terpilih, segera memberikan konfirmasi kehadiran kepada panitia dan tetap ikuti informasi lanjutan yang berkaitan dengan program
  • Jika sudah saling mengenal peserta lain, mulailah berkomunikasi dengan mereka melalui email dan atau media lainnya untuk menjalin keakraban.

Adapun tindak lanjut setelah mengikuti program (Post-program activity), peserta dapat melaksanakan sharing session dengan mahasiswa pendidikan bahasa Inggris dan juga di komunitas yang teman-teman ikuti. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan teman-teman bisa menjadi THE NEXT EPIC CAMPER.

Untuk informsi lebih lanjut, silahkan akses melalui:

Salam EPIC!!!

Tips untuk Melamar Beasiswa VDMS Bagi Mahasiswa Program Sarjana (S1) dan D3 di Indonesia

vdms

Poster VDMS

Oleh : Albert Ch. Soewongsono

Halo Scholarship Hunters!

Saat ini Yayasan Van Deventer-Maas Stichting (VDMS) yang berpusat Belanda kembali menawarkan beasiswa untuk mahasiswa Program Sarjana (S1) di beberapa universitas di Indonesia. Tahun ini pendaftaran beasiswa VDMS akan dibuka dari tanggal 10 Februari  sampai dengan 15 Maret 2016.

Beasiswa VDMS terbuka untuk setiap mahasiswa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan keterbatasan kemampuan ekonomi dari Perguruan Tinggi (PT) yang termasuk dalam daftar oleh VDMS (List PT dapat dilihat pada link berikut : http://www.vandeventermaas.org/en/grants/) mulai dari tahun pertama (dulu hanya diperbolehkan untuk mahasiswa yang berada di tahun kedua) dengan indeks prestasi kumulatif lebih besar sama dengan 3,00.

Ngomong – ngomong, beasiswa VDMS ini memiliki syarat semester pelamar lho. Mahasiswa yang sedang menjalani program sarjana (S1) minimal telah duduk di semester II dan maksimal di semester VI. Sedangkan bagi mahasiswa program D3, minimal telah duduk di semester II dan maksimal semester IV pada saat pendaftaran ini dibuka. Teman – teman mahasiswa yang baru melewati semester I sudah bisa melamar beasiswa ini dengan bermodalkan KHS semeter I.

Untuk wilayah Kupang, beasiswa VDMS tersedia bagi mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Universitas Widya Mandira (UNWIRA) dan STIKOM Uyelindo.

Untuk memperoleh beasiswa VDMS, teman – teman mahasiswa dapat mengikuti prosedur sebagai berikut :

  1. Mendaftar secara online mendaftar melalui “Early Registration System (ERS)” yang dapat diakses pada periode pendaftaran beasiswa melalui link berikut : www.ers.vdms-scholarship.org 
  2. Teman – teman sangat disarankan untuk segera mempersiapkan semua dokumen pendukung yang nantinya akan dikirimkan melalui pos. Beberapa dokumen pendukungnya adalah sebgai berikut :
    • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Lurah atau Universitas asal.
    • Foto kopi KHS terakhir.
    • Surat pernyataan pendapatan orang tua yang ditandatangani diatas materai 6000 (format suratnya bebas).
    • Foto kopi KTP, KTM, KK, buku bank, kwitansi pembayaran listrik/telpon, dan pass photo terbaru ukuran 3×4
    • Esai dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris (disarankan untuk menulis esai dalam Bahasa Inggris) yang berisi tentang, mengapa VDMS harus memilihmu (Pada bagian ini disarankan untuk menulis lebih tentang prestasi yang telah diperoleh dan kondisi ekonomi keluarga), apa saja keunggulan dirimu (Selling Yourself), dampak yang dapat diberikan ke komunitas sebagai penerima beasiswa VDMS. Format penulisan esai dapat dilihat dalam poster.
  3. Apabila teman – teman merasa kesulitan dengan esai, teman -teman dapat menghubungi mahasiswa yang sudah pernah menerima beasiswa VDMS untuk meminta bantuan dalam mengoreksi esai atau meminta bantuan kepada senior yang dipercayai dapat membantu mengoreksi esai tersebut dengan merujuk pada format penulisan esai yang tersedia pada poster VDMS
  4. Jika teman-teman telah mempersiapkan semua dokumen yang diminta dan memenuhi persyaratan awal, serta telah menulis esainya dengan baik, maka besar kemungkinan teman-teman dapat diterima sebagai penerima beasiswa VDMS. Ingat, usahakan untuk melengkapi semua dokumen sebelum deadline.
  5. Selebihnya, dokumen – dokumen yang disiapkan dapat dikirim ke alamat yang disediakan dalam link resmi beasiswa VDMS.

Menariknya, beasiswa VDMS ini tidak seperti beasiswa pendidikan lainnya. Selain diberikan dana beasiswa sebesar Rp. 500.000/bulan (jumlah ini selalu bertambah setiap tahunnya), penerima beasiswa VDMS secara otomatis akan tergabung dalam komunitas penerima beasiswa VDMS yang para penerimanya akan dilengkapi dengan beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan seperti Leadership training, aksi peduli lingkungan dan regional meeting dengan para penerima beasiswa VDMS yang lain. Selain itu, setelah menjadi alumni, penerima beasiswa juga dapat tergabung dalam komunitas alumni VDMS yang memungkinkan teman – teman berkesempatan menjadi koordinator terhadap penyelenggaraan kegiatam – kegiatan dalam komunitas tersebut.

Selain beberapa manfaat manfaat di atas, penerima beasiswa VDMS akan berkesempatan untuk memperoleh :

  • Dana pendidikan yang berlanjut hinggan tahun keempat (Semester VIII).
  • Graduation Bonus bagi yang telah mengikuti ujian kelulusan
  • TOEFL Bonus bagi yang mempunyai skor TOEFL ITP diatas 500.
  • Berhak mendapatkan sertifikat kelulusan setelah menjadi alumni.
  • Berkesempatan mengikuti beberapa kegiatan sebagai bentuk Capacity Building.

Nah, setelah mengetahui besarnya manfaat yang akan diperoleh sebagai penerima beasiswa VDMS, tunggu apa lagi? Ayo buruan daftar dan menjadi bagian dari keluarga besar Van Deventer-Maas Stichting. (Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website VDMS pada, www.vandeventermaas.org). Jika ada yang mempunyai pertanyaan seputar beasiswa ini, jangan sungkan untuk menghubungi pihak VDMS melalui link “Contact Us”.

Salam sukses Para Scholarship Hunters !

vdms4

VDMS Cross Cultural dan Valentine Day di Kupang

MITRA Mobile Library

20160201_074122

Mobile Library yang dikirimkan oleh Ibu Sally Hodgetts ke Kupang melalui PakNathan Franklin

Saat ini Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing (MITRA) telah memiliki sebuah Mobile Library, sebuah perpustakan berjalan yang menyediakan buku – buku bacaan bahasa Inggris bagi anak – anak dan juga siswa atau mahasiswa yang ingin belajar bahasa Inggris. Mobile Library ini rencananya akan dijalankan secara bergilir ke tempat – tempat yang berbeda oleh teman – teman MITRA di Kupang dan teman – teman dari program University – Building Relationship through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (UniBRIDGE) yang juga akan menyediakan jasa membimbing pelajaran Bahasa Inggris secara sukarela selama menjalankan Mobile Library.

Ibu Sally

Ibu Sally Hodgetts bersama MITRA saat mengajar Bahsa Inggris di area pesisir Pantai Oesapa, Kupang

Program Mobile Library ini merupakan inisiatif dari Ibu Sally Hodgetts, salah satu mahasiswa Bahasa dari Charles Darwin University, Darwin (CDU) yang sempat bergabung dengan MITRA untuk mengunjungi kelas Mengajar bahasa Inggris di area pesisir Pantai Oesapa, Kupang. Saat itu Beliau sedang mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan di Universitas Nusa Cendana periode Juni 2015. MITRA  berkesempatan untuk menjadi bagian dari program BIPA yang membantu mahasiswa Australia dalam proses belajar sebagai native speaker dan juga sebagai pendamping dalam proses belajar bagi mereka selama 3 minggu menjalankan program BIPA.

ibbb

Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Ibu Sally yang telah menyumbangkan buku – buku bacaan, alat tulis menulis, tas dan tikar yang mudah dibawa ke mana – mana untuk mendukung program Mobile Library ini.  Kami juga berterima kasih kepada Pak Nathan Franklin dosen Bahasa Indonesia di CDU yang telah membawa buku – buku ini ke Kupang. Mobile Library ini tentunya akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan minat belajar bahasa Inggris anak – anak di kota Kupang.

Rasakan Keunikan Bersama MITRA

cf5

Bimbingan MITRA dalam kegiatan Pakariang di kegiatan yang diselenggarakan oleh Child Fund

Keluhan tentang minimnya pengalaman serta aplikasi pendidikan yang di tekuni terkadang menjadi tengisan tersendiri bagi mereka yang kurang peka terhadap perkembangan dan kemajuan teknologi yang dihadapi sekarang ini. Hambatan pengalaman serta kurangnya fasilitas pendukung mengakibatkan ketidaktahuan tentang informasi – informasi berbobot dan membangun.

Keunikan Assosiasi Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing (MITRA), menjadi perhatian tersendiri bagi mereka yang sudah merasakan kebersamaan dengan MITRA yang membawa mahasiswa di Indonesia Timur melewati pengalaman serta kretifitas yang baik dan mampu bersaing secara lokal, nasional dan internasional. Ini terbukti dari cara MITRA mengajak mahasiswa untuk belajar dari international perspective. Kekompakan serta informasi yang cukup memadai sangat memfasilitasi mahasiswa serta menjadi tantangan untuk bisa berkembang serta mampu mengaplikasikan kemampuan diri sehingga tercipta persaingan yang sehat.

Secara organisasi, assosiasi MITRA mengemas tiga program utama yang sekaligus menjawab pertanyaan, bagaimana mungkin? bagaiamana bisa ? Program yang pertama adalah yang bersifat international yang mana setiap mahasiswa di tuntut untuk bisa membangun hubungan secara international, yang kedua adalah MITRA Green Movement, yang menjawab keluhan pemanasan global dengan penanaman pohon dengan mengadakan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah, dan yang ketiga adalah MITRA Mengajar yang mana mengajak setiap mahasiswa untuk bisa membagikan pengatehuan serta pengalaman actual kepada masyarakat biasa maupun sekolah. Sesuai dengan pengalaman dan observasi, MITRA Mengajar membawa dampak yang cukup baik dalam perkembangan pendidikan Indonesia.

Beberapa hasil observasi saya menunjukan bahwa, Pendidikan dalam Era Globalisasi menuntut setiap orang untuk memiliki kemampaun yang tinggi sehingga dapat menandingi tantangan Era yang serba modern. Hal ini terbukti dari laju pendidikan di daerah perkotaan yang semakin memperkuat persaingan baik itu itu dalam bentuk competisi ataupun kreatifitas yang menjadi obyek perhatian masyarakat dan pemerintah. Namun dalam perjalananya kualitas pendidikan Indonesia khususnya pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengalami kekurangan dalam berbagai hal. Itu artinya bahwa telah terjadi ketimpangan dalam perkembangan pendidikan.

mt2

Kegiatan MITRA Mengajar di area pesisir Pantai Oesapa

Secara geografis NTT adalah provinsi kepulauan yang memiliki banyak daerah baik itu kabupaten/kota dan juga daerah yang masih minim akses dan pendidikan dalam hal ini daerah terpencil. Laju perkembanagan pendidikan NTT harus merujuk pada daerah terpencil sehingga dapat meningkatkan kulaitas pendidikan di NTT karena tidak mungkin pendidkan NTT hanya dilihat dari laju percepatan dan perkembanagan peserta didik dalam kota propinsi.

Kualitas pendidikan di NTT harus dilihat dari kualitas peserta didik yang berada di daerah terpencil. Ruangan yang tidak memadai, fasiliatas sekolah yang tidak lengkap, peserta didik yang memiliki mental yang tidak sehat namun memiliki rasa hormat dan attitude yang baik. Kebanyakan sarjana yang lulus dari perguruan tinggi lebih memilih untuk mengabdi di dalam kota di banding dengan daerah terpencil yang peserta didiknya di bombing oleh guru honor yang berijasah SMA dan hal tersebut lebih banyak terjadi pada sekolah dasar sehingga peserta didik tidak memilki dasar materi yang kuat dalam menghadi era globalisasi memaksa manusia untuk memeiliki kemampuan yang tinggi dan dapat bersaing di tingkat international. Mengapa hal ini bisa terjadi? karena proses pemberdayaan peserta didik di daerah isolasi sanagtlah kecil kemungkinannya sehingga kebanyakan siswa sekolah dasar kelas III belum mampu membaca atau menghitung dengan baik.

Hal –hal tersebut diatas perlu menjadi evaluasi serta bagi MITRA untuk memikirkan cara-cara ampuh dalam membangun pendidikan di NTT. MITRA Kincir Angin perlu di sebarluaskan agar lebih banyak anak – anak didik yang kompetitif. Berbagai hal bisa kita buat untuk menunjukan bahwa kita cukup mampu untuk NTT. Kerja keras dan kerjasama menjadi hal penting dalam mewujudkan visi dan misi bersama. Menjadikan NTT yang luar biasa. Salam

Ananias Besh

 

Tetaplah Memberikan yang Terbaik, MITRA

sem3

Perayaan Ulang Tahun MITRA di Panti Asuhan Sonaf Manekat, Lasiana, Kupang

Pertama kali saya mendengar tentang komunitas Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing (MITRA), saya merasa tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang apa saja kegiatan yang dilaksanakan di dalam komunitas tersebut. Setelah mencoba bergabung selama beberapa minggu, sayapun sah menjadi bagian dari MITRA dan menjadi semakin tertarik untuk bergabung di dalamnya. Saat ini saya merupakan satu – satunya mahasiswa PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Nusa Cendana yang tergabung dalam komunitas ini. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya untuk sahabat saya Asry Battileo yang sudah mengajak saya untuk bergabung dalam MITRA Undana.

Saya mengenal MITRA sebagai sebuah komunitas mahasiswa yang dibangun dengan tujuan mulia. MITRA adalah komunitas mahasiswa Indonesia Timur yang bertaraf Internasional dan bernuansa global. Saat ini MITRA telah bekerja sama dengan beberapa kampus lainnya di Indonesia Timur untuk mengembangakan komunitas ini, seperti di kampus Universitas Kristen Artha Wacana, Universitas Widya Mandira, Unversitas PGRI NTT, Universitas Timor di Kefa, Universitas Flores di Ende, Kampus IKTL di Larantuka dan Universitas Cendrawasih di Papua dengan menggalang beberapa program unggulan yang berkaitan dengan lingkungan, mengajar dan hubungan internasional.

Perkenalan saya dengan MITRA belum terlalu lama karena saya merupakan anggota baru di MITRA Undana kurang lebih lima bulan. Namun kebersamaan dan sikap saling menghargai dalam komunitas tersebut membuat saya seperti menemukan keluarga baru. Sayapun mulai bergabung dengan MITRA dan mengikuti beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh MITRA seperti mengajar di area pesisr pantai, mengikuti beberapa kegiatan lingkungan serta mewakili komunitas MITRA mengikuti Festival Pakariang bersama dengan beberapa komunitas – komunitas terbaik di kota Kupang.

Tidak terasa MITRA sudah dua tahun berjalan dan tepatnya pada tanggal 19 Desember 2015 kemarin kami merayakan ulang tahun MITRA yang kedua. Sebelum kegiatan berlangsung, kami bersama komunitas MITRA di berbagai kampus di Kota Kupang menyusun acara untuk merayakan ulang tahun MITRA. Berhubung perayaan ulang tahun MITRA berlangsung di bulan Desember maka perayaan ulang tahun MITRA berlangsung sekaligus dengan perayaan Natal bersama. Perayaan Natal dan ulang tahun MITRA yang kedua ini diadakan di Panti Asuhan Sonaf Manekat Lasiana. Rangkaian acara yang dibuat diantaranya adalah Ibadah bersama, lomba untuk anak – anak Panti seperti Lomba mewarnai, lomba Rangking 1, Lomba menyanyi dan lomba menghias pohon natal, penyerahan bantuan berupa buku dan pakaian bekas layak pakai dan diakhiri dengan laporan akhir tahun dari perwakilan MITRA dari masing – masing kampus.

sem4

Sukacita Ulang Tahun MITRA di Pantai Batu Nona Kupang

Meskipun tidak semua rangkaian berjalan sesuai rencana, sukacita masih tetap terlihat di wajah kami semua. Kami memutuskan untuk melanjutkan kegiatan kami di pantai Batu Nona. Disana kami berdoa bersama, memotong kue ulang tahun MITRA dan makan bersama. Semua kebersamaan itu tak lupa kami abadikan lewat foto bersama. Banyak waktu yang dihabiskan di pantai. Kami melanjutkan dengan bermain gala asing. Kebersamaan kami di pantai Batu Nona membuat saya semakin mantap untuk bergabung bersama MITRA. Kekompakan yang terjalin, sikap rendah hati, terbuka, bersahabat dan selalu berbagi merupakan sesuatu yang sudah langka di temui di lingkungan saya. Sikap egois dan mementingkan diri sendiri sering ditemui dalam keseharian saya yang akhirnya membuat saya menjadi pribadi yang seperti itu juga. Namun bersama MITRA banyak ilmu dan bahkan informasi baru yang didapat yang mengubah pola pikir saya. Saya menjadi pribadi yang kini berani bermimpi dan memiliki keyakinan bahwa saya bisa menggapainya.

Harapan saya, semoga MITRA semakin dikenal dan menjadi suatu komunitas yang mampu melahirkan pemuda – pemuda yang mempunyai semangat dalam membangun negeri terutama daerah dan dapat menyebarkan semangat positif serta menjadi contoh dan teladan banyak orang, tetap terbuka, rendah hati, bersahabat dan terus berbagi ilmu yang didapat.

Selamat ulang tahun MITRA!

Inchee

Apnorlince Paulus